Presiden Kantongi LSM Terafiliasi Asing yang Diskreditkan Pemerintah

Selasa, 3 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Presiden Joko Widodo memiliki informasi yang lengkap dan dapat dipercaya mengenai sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diduga menerima pendanaan dari pihak asing serta berupaya memicu konflik horizontal di Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sehari sebelumnya. Dalam pidato itu, Presiden mengingatkan bahwa ada kekuatan asing yang secara sistematis menyuntikkan dana ke sejumlah LSM untuk memecah belah bangsa.

”Sebagai Presiden, beliau tentu memiliki informasi yang lengkap dan dapat dipercaya. Beliau tahu siapa saja kelompok yang terlibat, baik itu individu, organisasi, maupun yang mengatasnamakan LSM,” ujar Hasan.

Ia menegaskan bahwa pernyataan Presiden tidak ditujukan kepada seluruh LSM yang ada di Indonesia. Pemerintah, menurut Hasan, tetap menghargai kontribusi LSM yang selama ini berperan penting dalam isu sosial, pendidikan, toleransi, hingga kemanusiaan.

”Pemerintah sangat menghargai kerja LSM yang tulus dan membangun. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa ada segelintir kelompok yang menggunakan label LSM untuk menyebarkan isu-isu yang menyesatkan dan mendiskreditkan pemerintah,” kata Hasan.

Lebih jauh, Hasan menyebut bahwa Presiden telah lama mempelajari pola intervensi asing dalam sejarah Indonesia, termasuk melalui pendanaan kelompok sipil. Ia menyebutkan bahwa dalam berbagai peristiwa besar di Indonesia, ada indikasi keterlibatan aktor luar.

”Presiden memahami betul bagaimana dalam sejarah republik ini, campur tangan asing kerap kali muncul dalam berbagai perubahan besar,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6), Presiden Prabowo mengingatkan tentang bahaya adu domba yang dilakukan pihak asing. Ia menyoroti upaya sistematis yang telah berlangsung sejak masa penjajahan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

”Ratusan tahun mereka datang, ratusan tahun mereka adu domba kita. Sampai sekarang, dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM untuk mengadu domba kita,” ujar Presiden dalam pidatonya.

Pernyataan Presiden itu memicu berbagai tanggapan, termasuk dari kalangan organisasi masyarakat sipil. Namun, pihak Istana menegaskan bahwa yang dimaksud Presiden adalah segelintir oknum, bukan keseluruhan lembaga. (ihd)

Berita Terkait

Kementerian Ekraf Dorong Budaya Keraton Nusantara Tembus Pasar Ekraf ASEAN
Festival Bazar Kemendagri 2026 Resmi Ditutup, UMKM dan Edukasi Masyarakat Jadi Fokus
Kemenag Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Muzaki lewat Program Ekonomi Berbasis KUA
Perkuat Pendapatan Daerah, Mendagri Minta Kepala Daerah Kedepankan Kepemimpinan Teknokratik
Menteri Ekraf Dorong Blockchain Perkuat Hak Cipta dan Ekonomi Kreatif Indonesia
Data BPS Jadi Acuan Tekan Backlog, Mendagri Dorong Pemda Perkuat Kebijakan Perumahan
Kekayaan Intelektual Hasil Inovasi Jadi Sorotan, BSKDN Dorong Pemda Tingkatkan Perlindungan
Kemendagri Dorong Sinergi Pemda dan BGN untuk Perkuat Tata Kelola Program MBG

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Kementerian Ekraf Dorong Budaya Keraton Nusantara Tembus Pasar Ekraf ASEAN

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Festival Bazar Kemendagri 2026 Resmi Ditutup, UMKM dan Edukasi Masyarakat Jadi Fokus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Kemenag Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Muzaki lewat Program Ekonomi Berbasis KUA

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Perkuat Pendapatan Daerah, Mendagri Minta Kepala Daerah Kedepankan Kepemimpinan Teknokratik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Menteri Ekraf Dorong Blockchain Perkuat Hak Cipta dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Berita Terbaru