Pesan Utama Wamendagri: legitimasi Kepala Daerah Ditentukan oleh Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi modal utama bagi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan. Keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari capaian program dan prestasi administratif, tetapi juga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bima saat memberikan sambutan pada Forum Diseminasi Studi Pembelajaran Penjabat Kepala Daerah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Pilkada Serentak dalam Isu Layanan Dasar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Bima mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui besarnya anggaran, kecakapan politik, maupun pencapaian administratif. Kepercayaan tumbuh dari konsistensi antara kebijakan, kinerja pemerintah, dan pengalaman masyarakat dalam menerima pelayanan.

“Satu hal yang tidak ada di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), satu hal yang tidak pernah ditulis di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), yaitu kepercayaan atau trust. Ini adalah modal utama,” jelasnya.

Kepercayaan ini dibutuhkan oleh kepala daerah termasuk yang berstatus penjabat (Pj.). Ia pun menyoroti tantangan yang dihadapi Pj. kepala daerah, mulai dari persoalan legitimasi politik, ketidakpastian masa jabatan, hingga kebutuhan beradaptasi dengan dinamika politik dan sosial setempat.

Meski demikian, Pj. kepala daerah memiliki keunggulan berupa ruang pengambilan keputusan yang relatif lebih independen serta pengalaman birokrasi dan jejaring pemerintahan di tingkat nasional. “Tidak punya mindset memperjuangkan kepentingan-kepentingan tertentu kecuali soal kinerja birokrasi,” ujarnya.

Menurut Bima, berbagai tantangan dan keunggulan tersebut pada akhirnya bergantung pada kapasitas kepemimpinan masing-masing individu. “Karena plus minusnya sama [dengan kepala daerah definitif], peluang dan tantangannya sama. At the end of the day, it’s all about personal leadership,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif harus berangkat dari kemauan untuk melayani masyarakat. Orientasi tersebut perlu diwujudkan melalui pelayanan publik yang tidak hanya memastikan kehadiran pemerintah, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Bima berharap studi pembelajaran terhadap Pj. kepala daerah yang dibukukan tersebut dapat menjadi referensi untuk memperkuat kepemimpinan pemerintahan daerah. “Ini akan menjadi sosok-sosok yang memberikan kontemplasi, memberikan sosok-sosok tidak saja menginspirasi, tapi membuat kita merenung tentang arti kepemimpinan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Counsellor Governance and Human Development DFAT Kedutaan Besar Australia Joanna O’Shea, Team Leader Program SKALA Petra Karetji, Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Akmal Malik, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA, serta pejabat terkait lainnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Akhmad Wiyagus Mendorong Reformasi Tata Kelola demi Cegah Korupsi di Pemerintahan Daerah
Menjaga Pemerintahan di Tengah Transisi Politik, Kemendagri Rekam Pembelajaran dari 12 Penjabat Kepala Daerah
Apresiasi Satgas PRR, Menko PMK Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Terdampak
Jamin Kualitas Pembangunan, Mendagri Minta Pemda Papua Pegunungan Patuhi Acuan Regulasi Perumahan
Hadiri Hari Sumpah Pemuda di SMAN Unggulan M.H. Thamrin, Wamendagri Bima Arya Dorong Kesiapan Menuju Indonesia Emas 2045
Perkuat Kepemimpinan Masa Depan, Wamendagri Minta Generasi Muda Berani Suarakan Ide Strategis
Geliat UMKM Pascabencana Sumatera Mulai Pulih, Kasatgas Tito Tekankan Akselerasi Perbaikan Sarana
Percepat Eksekusi Program Presiden, Mendagri Minta Pemda Bentuk Satgas MBG hingga Tingkat Daerah

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus Mendorong Reformasi Tata Kelola demi Cegah Korupsi di Pemerintahan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Pesan Utama Wamendagri: legitimasi Kepala Daerah Ditentukan oleh Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Menjaga Pemerintahan di Tengah Transisi Politik, Kemendagri Rekam Pembelajaran dari 12 Penjabat Kepala Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Apresiasi Satgas PRR, Menko PMK Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Terdampak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Jamin Kualitas Pembangunan, Mendagri Minta Pemda Papua Pegunungan Patuhi Acuan Regulasi Perumahan

Berita Terbaru