Peringatan Hari Otoda ke-28, Junaedi: Ini Jadi Momentum Maknai Arti dan Filosofi Otda

Kamis, 25 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Formkopimda) Kota Bekasi menyelenggarakan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 Tingkat Kota Bekasi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi yang menjadi pembina upacara membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Tema peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2024 adalah “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat.” Tema ini dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran jajaran pemerintah daerah akan sebuah amanah untuk menjalankan terciptanya masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Junaedi menyebutkan, perjalanan kebijakan otonomi daerah selama ini menjadi momentum untuk memaknai kembali arti dan filosofi dari otonomi daerah.

“Otonomi daerah memungkinkan pemerintah daerah memiliki hak dan kewajiban otonom dalam mengatur urusan pemerintahan demi kepentingan masyarakat sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Junaedi.

Otonomi daerah dirancang untuk mencapai 2 tujuan utama yaitu kesejahteraan dan demokrasi. Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pelayanan publik secara efektif melalui inovasi kebijakan pemerintah yang menekankan kepada kekhasan daerah, juga memaksimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan.

Dalam konteks ekonomi hijau, satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai Visi 2045 adalah memberikan ruang bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan sumber daya alam secara efisien dengan berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui seperti pertambangan.

Setelah 28 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif berupa angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kemampuan fiskal. Pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan PAD-nya diharapkan dapat memanfaatkan program pembangunan dan kesejahteraan rakyat sehingga bisa meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas, dan akses infrastruktur yang baik.

Sementara itu, pemerintah daerah yang PAD-nya masih rendah diimbau untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam menggali berbagai potensi PAD yang dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan aturan yang berlaku.(Dns)

Sumber: Humas

Berita Terkait

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Remisi Diberikan kepada 1.034 Warga Binaan Lapas Bekasi
Resmikan Flying Fox BPBD, Wali Kota Bekasi Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Semarak Hari Pramuka ke-65, Ratusan Anggota Pramuka Bermalam di Kantor Pemkot Bekasi
Hari Pramuka ke-65, Tri Adhianto Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Undangan Presiden Prabowo Jadi Kebahagiaan bagi Keluarga Sayuti Melik
Ramah Tamah Paskibraka, Wawali Harris Bobihoe Titip Pesan Jadi Generasi Penerus Bangsa
Wali Kota Bekasi Dorong Seluruh Elemen Sukseskan PORPROV XV Jabar 2026
Wali Kota Bekasi Kukuhkan Paskibraka, Dorong Generasi Muda Jadi Teladan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:45 WIB

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Remisi Diberikan kepada 1.034 Warga Binaan Lapas Bekasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Resmikan Flying Fox BPBD, Wali Kota Bekasi Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Semarak Hari Pramuka ke-65, Ratusan Anggota Pramuka Bermalam di Kantor Pemkot Bekasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Hari Pramuka ke-65, Tri Adhianto Dorong Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Undangan Presiden Prabowo Jadi Kebahagiaan bagi Keluarga Sayuti Melik

Berita Terbaru