Peringatan 10 Muharram: Sejarah Penyelamatan Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi Yunus, dan Nabi Yusuf

Selasa, 16 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Sejumlah peristiwa besar yang terjadi pada hari ini menjadikannya hari yang mulia dan penuh hikmah bagi umat Islam.

Salah satu peristiwa monumental yang diperingati pada 10 Muharram adalah penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israel dari kejaran Fir’aun. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengisahkan bagaimana Nabi Musa AS memimpin Bani Israel keluar dari Mesir, menyeberangi Laut Merah yang terbelah dengan mukjizatnya. Fir’aun dan pasukannya tenggelam dalam laut saat mengejar mereka.

Selain itu, pada tanggal yang sama, Nabi Nuh AS dan para pengikutnya selamat dari banjir besar. Kisah ini menunjukkan kekuatan iman dan ketaatan kepada Allah SWT, serta rahmat-Nya yang menyelamatkan mereka yang taat.

Peristiwa penting lainnya termasuk selamatnya Nabi Ibrahim AS dari api yang dinyalakan oleh Raja Namrud, keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan paus, ampunan bagi Nabi Adam AS, dan pembebasan Nabi Yusuf AS dari penjara karena fitnah.

Asyura juga dikenang sebagai hari di mana Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa. Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa kaum Yahudi berpuasa untuk mengenang hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir’aun. Menyadari hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding kalian.” Beliau pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.

Sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa pada hari Asyura. Beliau juga menganjurkan puasa pada hari kesembilan dan kesebelas Muharram, yang dikenal dengan puasa Tasu’a, untuk membedakan praktik puasa umat Islam dari kaum Yahudi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, pasti aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim). Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Puasalah pada hari Asyura dan bedakanlah diri kalian dengan kaum Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau setelahnya.”

Dengan demikian, peringatan Hari Asyura dipenuhi dengan berbagai peristiwa penting yang memberikan pelajaran dan makna mendalam bagi umat Islam. (*)

Berita Terkait

Polsek Harus Menjadi Pusat Pemolisian Masyarakat dan Membangun Kepercayaan Publik
Fungsi Intelijen Keamanan atau Intelkam Polri, Mempunyai Posisi yang Sangat Strategis
Kemenkeu Perkuat Kolaborasi dengan IsDB untuk Mendukung Pembangunan Indonesia
DPR RI Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Norma Ketenagakerjaan Disatukan
Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan
Reskrim Sebagai Fungsi Pelayanan Keadilan, Menghindari Salah Tangkap, Tuduh maupun Kriminalisasi
Menaker Yassierli Ungkap RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Tak Hanya Lindungi Pekerja
Lalu Lintas Bukan Sekadar Penegakan Hukum, tapi Wajah Pelayanan Negara

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Polsek Harus Menjadi Pusat Pemolisian Masyarakat dan Membangun Kepercayaan Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Fungsi Intelijen Keamanan atau Intelkam Polri, Mempunyai Posisi yang Sangat Strategis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Kemenkeu Perkuat Kolaborasi dengan IsDB untuk Mendukung Pembangunan Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

DPR RI Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Norma Ketenagakerjaan Disatukan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan

Berita Terbaru