PEP Tanjung Field Beri Keterampilan Jahit Warga untuk Kurangi Limbah Tekstil Operasional

Sabtu, 9 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Tabalong, Kalimantan Selatan – Upaya memberdayakan pelaku UMKM sekaligus mengurangi limbah tekstil terus dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field. Kali ini, perusahaan menggelar pelatihan menjahit dengan teknik patchwork dan slashing untuk warga Desa Masukau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Pelatihan berlangsung selama empat hari, 8–11 Juli 2025, di Gedung Menjahit RT 06 Desa Masukau. Peserta berasal dari Kelompok Cetak Saring dan Jahit (CETAR) binaan PEP Tanjung Field, yang selama ini aktif mengolah kain perca dan coverall bekas menjadi produk bermanfaat seperti tas, sarung bantal, hingga dekorasi rumah.
Field Manager PEP Tanjung Field, Charlie Parmonangan Nainggolan, menegaskan bahwa keberlangsungan bisnis migas harus sejalan dengan kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kami berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang mendukung pengembangan masyarakat serta pelestarian lingkungan. Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8, yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Charlie.

Dalam program CSR CETAR ini, perusahaan menyediakan bahan pelatihan dari coverall yang sudah tidak terpakai. Langkah ini sekaligus menjadi solusi kreatif mengurangi limbah tekstil hasil operasi perusahaan.

Ketua Kelompok CETAR, Lina Wati, menyampaikan apresiasinya.

“Terima kasih kepada PEP Tanjung Field yang telah memfasilitasi pelatihan dan menyediakan bahan. Program ini bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan kami. Semoga bisa menjadi contoh pengelolaan kain bekas di Murung Pudak,” ucapnya.

Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Masyarakat yang mandiri dan lingkungan yang lestari akan menopang keberlanjutan operasi hulu migas. Keterampilan ini diharapkan membuka peluang usaha dan menambah pendapatan peserta,” ujarnya.

Pelatihan yang dipandu pengajar dari SMK Negeri 1 Tanjung, Yuyun, tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kerja sama tim, komunikasi, dan pemecahan masalah.

PEP Tanjung Field, bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia, terus menjalankan program sosial di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan pencapaian SDGs.(*)

Berita Terkait

Kejati Kalimantan Selatan Miliki Gedung Baru, Jaksa Agung Ajak Jajaran Tingkatkan Pelayanan Publik
Sinergi dan Integritas Jadi Kunci Lapas Banjarbaru Berantas Praktik Menyimpang
Kelas Konten Kreator di Lapas Banjarbaru, Dorong Ekspresi Positif dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 13:08 WIB

PEP Tanjung Field Beri Keterampilan Jahit Warga untuk Kurangi Limbah Tekstil Operasional

Kamis, 3 Juli 2025 - 16:53 WIB

Kejati Kalimantan Selatan Miliki Gedung Baru, Jaksa Agung Ajak Jajaran Tingkatkan Pelayanan Publik

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:33 WIB

Sinergi dan Integritas Jadi Kunci Lapas Banjarbaru Berantas Praktik Menyimpang

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:30 WIB

Kelas Konten Kreator di Lapas Banjarbaru, Dorong Ekspresi Positif dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru