JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menjalankan program bedah rumah untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Kali ini, program tersebut menyasar dua rumah warga di Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta.
Dua rumah yang mendapatkan bantuan tersebut masing-masing milik Tukijo dan E.S. Retno Tyastuti. Renovasi kedua rumah mendapat dukungan dari Bank BPD DIY berupa bantuan biaya sebesar Rp20 juta untuk masing-masing penerima manfaat.
Dengan demikian, total bantuan Bank BPD DIY untuk program bedah rumah di Kampung Badran mencapai Rp40 juta.
Kegiatan bedah rumah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Ia mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.
“Rumah tidak hanya menjadi tempat untuk berlindung, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas kehidupan keluarga,” kata Wawan.
Menurut dia, penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga kolaborasi dengan dunia usaha maupun lembaga perbankan menjadi penting untuk memperluas manfaat program.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga perbankan, menjadi bagian penting untuk memperluas manfaat program tersebut,” ujarnya.
Wawan menilai dukungan Bank BPD DIY melalui bantuan renovasi sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
“Dukungan ini sangat berarti karena dapat membantu meringankan beban biaya renovasi rumah,” katanya.
Salah satu penerima manfaat program bedah rumah mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keluarganya.
Dengan adanya bantuan renovasi, perbaikan rumah yang sebelumnya sulit dilakukan secara mandiri kini dapat direalisasikan.
Ia berharap proses renovasi dapat membuat kondisi rumah menjadi lebih baik dan aman untuk ditempati bersama keluarga.
Hal senada disampaikan E.S. Retno Tyastuti. Ia mengaku bersyukur karena mendapatkan bantuan melalui program bedah rumah tersebut.
“Dengan adanya program ini, perbaikan rumah yang sebelumnya sulit bagi kami dapat direalisasikan. Alhamdulillah,” ujar Retno.
Ia berharap rumahnya setelah direnovasi dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarganya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Program bedah rumah tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Kota Yogyakarta. Dukungan pemerintah daerah bersama pihak perbankan diharapkan dapat membantu semakin banyak warga yang membutuhkan memiliki rumah yang lebih layak huni. (Aga)














