Pemberian Makanan Bergizi di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Nelayan Lokal

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemanfaatan hasil bumi Papua untuk mendukung program pemberian makanan bergizi gratis bagi anak sekolah. Hal ini disampaikannya pada acara Peninjauan Uji Coba Pemberian Makan Sehat dan Bergizi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Dobonsolo Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (20/11/2024).

“Papua ini alam cukup kaya. Jangan sampai ada kurang sayur, lauk, telur, ayam, babi, kambing, sapi, dan seterusnya,” ujar Ribka.

Menurut Ribka, penggunaan pangan lokal dalam program makanan bergizi bukan hanya untuk meningkatkan nutrisi anak-anak, tetapi juga mendukung kesejahteraan petani dan nelayan setempat. Menurutnya, pemerintah harus menjadi pembeli utama hasil pertanian masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Semua hasil pertanian daripada masyarakat itu harus dibeli oleh pemerintah dan buat pola makanan yang bergizi untuk anak-anak. Jangan sampai kita terbiasa semua makanan siap saji ambil di toko atau makanan yang didatangkan dari luar Papua,” tegasnya.

Program pemberian makanan bergizi ini merupakan bagian dari Asta Cita, yaitu delapan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Uji coba dilakukan pada November dan Desember 2024 sebagai persiapan untuk pelaksanaan secara penuh pada 2025.

Ribka pun menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program ini. “Terkait dengan apa porsi yang tadi, siapa yang melaporkan terkait dengan jenis makanan, kemudian takarannya, seperti apa tenaga kerjanya, dapurnya, siapa menyiapkan transportasi dan seterusnya silakan langsung berkoordinasi dengan kepala Badan Gizi Nasional,” jelasnya.

Melalui program ini, pemerintah berupaya membangun generasi emas Indonesia yang sehat dan siap berkompetisi pada 2045. “Ini (Program Makanan Bergizi Gratis) harus benar-benar kita galakkan secara nasional sehingga kita mendapatkan pada satu lokus kita adalah kita menghasilkan masyarakat kita yang sejahtera, lahir batin, kemudian masyarakat kita juga yang bergizi secara baik, khususnya anak-anak kita,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya: Pemerintah Kota Harus Adaptif Hadapi Tantangan Urbanisasi
Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT, Mendagri Tito Terjunkan Tim Asistensi
Mendagri Tito Perkuat Penanganan Gempa NTT, Pastikan Adminduk hingga Bantuan Presiden Berjalan
Dukcapil Bergerak Pulihkan Hak Sipil Korban Gempa NTT, 3.055 Dokumen Diterbitkan
Dekranas Apresiasi Karya Kreatif DWP BIN di Pameran Roepa Merdeka
HUT ke-187 GPIB Immanuel, Bima Arya Soroti Tantangan Menjaga Nilai di Era Teknologi
Kemnaker Dorong Kerja Sama ILO untuk Perkuat Perlindungan Pekerja
Maulid Nabi, Momentum Menghidupkan Keteladanan di Tengah Krisis Akhlak

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Wamendagri Bima Arya: Pemerintah Kota Harus Adaptif Hadapi Tantangan Urbanisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT, Mendagri Tito Terjunkan Tim Asistensi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Dukcapil Bergerak Pulihkan Hak Sipil Korban Gempa NTT, 3.055 Dokumen Diterbitkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Dekranas Apresiasi Karya Kreatif DWP BIN di Pameran Roepa Merdeka

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:20 WIB

HUT ke-187 GPIB Immanuel, Bima Arya Soroti Tantangan Menjaga Nilai di Era Teknologi

Berita Terbaru