PELITA BUWANA, Inovasi Sosial Berbasis Ekonomi Sirkular yang Menekan Biaya Pupuk dan Memberdayakan Kelompok Rentan

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta -PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field memperkenalkan inovasi sosial bertajuk PELITA BUWANA (Pengelolaan Limbah Terintegrasi untuk Budidaya Pertanian Regeneratif dan Wujudkan Ketahanan Pangan).

Program yang menjadi bagian dari CSR ECO-STEP Semberah ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kerusakan lahan, ketergantungan pada pupuk kimia, serta risiko bencana banjir dan kebakaran hutan di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Inovasi ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para petani. Melalui penerapan PELITA BUWANA, masyarakat mampu menghemat biaya pembelian pupuk hingga 37,5 juta rupiah per tahun dan biaya pestisida sebesar 18 juta rupiah per tahun.

Dharma Saputra, selaku Head of Communication Relations & CID Zona 9, menegaskan bahwa program ini mengusung prinsip creating shared value, di mana manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dinikmati bersama oleh perusahaan dan masyarakat.

Sistem kerja PELITA BUWANA berbasis pada ekonomi sirkular yang menghubungkan berbagai subunit. Kelompok Tani Wira Karya (pertanian semiorganik), Kelompok Ternak Idaman (ayam pedaging), dan Kelompok Wanita Tani Berseri (jamur tiram) saling bertukar sumber daya.

Sebagai contoh, limbah baglog jamur diolah menjadi pakan ternak, sementara kotoran ayam diolah menjadi pupuk organik cair untuk pertanian.

Seluruh aktivitas ini didukung oleh Depot Energi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mengolah limbah sawit dan kayu menjadi media tanam.

Program ini dirancang secara inklusif dengan melibatkan kelompok rentan, termasuk 12 rumah tangga prasejahtera, kaum lansia, dan perempuan rawan sosial ekonomi.

Keberadaan program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan anggota rata-rata 250 ribu rupiah per bulan, tetapi juga mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan bagi 160 kepala keluarga. Selain itu, aspek keberlanjutan diperkuat dengan adanya legalitas usaha seperti NIB dan sertifikat halal bagi produk kelompok.

Melalui PELITA BUWANA, PEP Sangatta Field tidak hanya membangun infrastruktur fisik seperti rumah jamur dan instalasi hidroponik, tetapi juga melestarikan budaya lokal lewat tradisi Mapulus dan Tasyukuran Tanam Panen.

Inovasi sosial ini membuktikan komitmen perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri dan ramah lingkungan.(*)

Berita Terkait

All Stars Bersama Komunitas Gangster Dorong Kegiatan Positif untuk Generasi Muda
Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik
WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator
PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD
Prof. Abdul Latif: Pendidikan dan Etika Jadi Fondasi Transformasi Profesi Advokat
WFH bagi ASN DKI Masih Cari Hari yang Efektif, Pastinya Bukan Rabu
Bawa Ekonomi Kreatif Indonesia ke Dunia, Menteri Ekraf: Irlandia Mitra yang Tepat

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 14:50 WIB

Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik

Rabu, 1 April 2026 - 15:26 WIB

WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global

Rabu, 1 April 2026 - 12:08 WIB

Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator

Rabu, 1 April 2026 - 08:07 WIB

PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:37 WIB

Prof. Abdul Latif: Pendidikan dan Etika Jadi Fondasi Transformasi Profesi Advokat

Berita Terbaru