Nuklir Iran Dipandang sebagai Strategi Pertahanan, Bukan Ancaman Kawasan

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Narasi dominan yang menyebut kepemilikan senjata nuklir oleh Iran sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dinilai bukan fakta objektif, melainkan konstruksi politik yang dibangun oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A., menilai bahwa persepsi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas geopolitik yang netral.

Pernyataan ini disampaikan Sahide sebagai respons atas wacana bahwa kepemilikan nuklir Iran justru berpotensi menciptakan stabilitas kawasan melalui mekanisme deterensi (penangkalan), bukan sebaliknya.

Menurutnya, framing yang menempatkan nuklir Iran sebagai sumber destabilisasi merupakan narasi yang sarat kepentingan.

“Itu adalah narasi yang dibangun oleh Amerika Serikat dan Israel, bahwa jika Iran memiliki senjata nuklir, kawasan akan menjadi tidak stabil. Namun, itu bukan perspektif yang netral,” ujarnya, Rabu (29/4).

Sahide kemudian menjelaskan isu tersebut melalui perspektif realisme dalam hubungan internasional, yang menekankan pentingnya kekuatan militer sebagai jaminan keamanan negara.

“Politik global saat ini banyak dipengaruhi perspektif realis. Untuk mendapatkan perdamaian, sebuah negara harus siap menghadapi perang. Jika Iran tidak memiliki kekuatan militer yang kuat dan canggih, maka posisinya tidak aman,” jelasnya.

Dalam kerangka tersebut, upaya Iran membangun kapabilitas militer, termasuk program nuklir, dinilai sebagai respons rasional terhadap ancaman yang dihadapi, bukan bentuk agresivitas.

Ia juga menilai bahwa dalam berbagai konflik yang terjadi, Iran cenderung bersikap reaktif, yakni membalas serangan setelah diserang, bukan sebagai pihak yang memulai eskalasi.

Jika Iran pada akhirnya memiliki senjata nuklir, Sahide memprediksi dinamika keamanan kawasan akan semakin kompleks. Negara-negara lain di kawasan, khususnya Arab Saudi, akan menyesuaikan strategi keamanan dan kebijakan geopolitiknya.

Ia menambahkan bahwa Arab Saudi selama ini menunjukkan sikap hati-hati dalam merespons konflik Iran dengan AS dan Israel. Riyadh, menurutnya, cenderung tidak secara tegas mengutuk serangan awal terhadap Iran, yang mencerminkan rivalitas geopolitik jangka panjang antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979.

“Persaingan antara Iran dan Arab Saudi bukan hanya soal ideologi, tetapi juga soal pengaruh dan kepemimpinan kawasan,” pungkasnya. (LSI)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Pemerintah Kota Yogyakarta Sidak Daycare Pasca kasus Little Aresha, Pengawasan dan Perizinan Diperketat
Pakar Nilai Kebijakan Tarif KTP Hilang Bebani Masyarakat dan Tidak Relevan
Rumah Zakat Distribusikan Kornet Super Qurban bagi Masyarakat Pesisir Baros
Walikota Yogyakarta Lantik 106 Pejabat di Bantaran Winongo, Tegaskan Birokrasi Harus Pro-Lingkungan dan Pro-Rakyat
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Dorong Tata Kelola Dana Kalurahan Transparan, Tegaskan Integritas Fondasi Pemerintahan Bersih
Walikota Yogyakarta Minta Warga Tak Main Hakim Sendiri dalam Kasus Daycare, Tegaskan Proses Hukum Harus Dijaga
Jaringan Listrik Tertimpa Bambu Roboh, Warga Tanjungsari Diminta Waspada
Pemerintah Kota Yogyakarta Kerahkan Puskesmas sekota Yogyakarta Tangani Korban Daycare, Dinas Kesehatan Siapkan Asesmen hingga Kunjungan Rumah

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:52 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta Sidak Daycare Pasca kasus Little Aresha, Pengawasan dan Perizinan Diperketat

Rabu, 29 April 2026 - 09:38 WIB

Pakar Nilai Kebijakan Tarif KTP Hilang Bebani Masyarakat dan Tidak Relevan

Rabu, 29 April 2026 - 08:54 WIB

Rumah Zakat Distribusikan Kornet Super Qurban bagi Masyarakat Pesisir Baros

Rabu, 29 April 2026 - 08:28 WIB

Walikota Yogyakarta Lantik 106 Pejabat di Bantaran Winongo, Tegaskan Birokrasi Harus Pro-Lingkungan dan Pro-Rakyat

Rabu, 29 April 2026 - 08:24 WIB

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Dorong Tata Kelola Dana Kalurahan Transparan, Tegaskan Integritas Fondasi Pemerintahan Bersih

Berita Terbaru