Menjegal PKS, Tantangan Koalisi Besar dan Dinamika Politik di Pilkada Bekasi 2024

Rabu, 29 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Kota Bekasi, Pengamat Politik Universitas Islam 45 (Unisma), Adi Susilo menyatakan ada skenario untuk menjegal kekuatan PKS di Pilkada Kota Bekasi 2024.

Koalisi parpol besar yang terjadi pada Pilkada 2018 bisa kembali terulang di Pilkada 2024 mendatang. Jika itu terjadi, PKS akan sulit memenangkan kontestasi Pilkada meski menjadi pemenang di Pemilu legislatif 2024.

Adi menjelaskan, belajar dari Pilkada 2018, pasangan calon Rahmat Effendi dan Tri Adhianto yang merupakan koalisi gemuk (Golkar, PAN, PDIP, PPP, PKB, Demokrat, Hanura, NasDem dan PKPI) mampu mengalahkan lawan politiknya Nur Suprianto – Adhy Firdaus (PKS dan Gerindra).

“Dugaan saya kalau ketua partai-partai ini tidak berambisi, mendingan membuat koalisi besar untuk bisa mengalahkan PKS. Jadi PKS itu bisa dikalahkan kalau lawannya hanya 2 partai, maka maksimal 3 pasangan calon.”

“Kalau head to head PKS bisa kalah dan ini belajar dari Bang Pepen, kita tahu partai yang harusnya bisa nyalon nyatanya tidak mencalonkan juga, akhirnya terjadi head to head,” ujarnya Selasa (28/5/2024).

Menurut Adi, koalisi Pilpres kemarin sebetulnya tidak bisa menjadi patokan. Golkar dan PDIP juga masih cair artinya tidak ada sekat ideologi, “lagi-agi tergantung isi tasnya atau siapa yang akan membiayainya.”

“Belajar dari pengalaman Pilpres kemarin yang paling utama yang nomer 3, sedangkan nomer 1 dan 2 bisa disetting popularitas, elektabilitas bisa menggunakan media mainstream, survei-survei yang bisa dinarasikan yang penting dananya kuat,” ungkapnya.

“Pengamatan saya pemilih Bekasi ini agak unik, partai partai berbasis agama itu malah tidak besar suaranya, secara keagamaan mereka besar tapi begitu pilihan politik jadi beda.”

“Mungkin karena partai-partai lama cukup kuat, parpol-parpol tersebut bukan berbasis agama seperti Golkar, PDIP, mungkin pemilih Islam juga larinya kesana tidak ke partai Islam.”

“Penting kita sadari bahwa perilaku pemilih kita baru sampai disitu, mereka memilih bukan karena ideologis karena masih sedikit, maka kuenya harus diperbesar,” pungkasnya. (Denis)

Berita Terkait

Wawali Bekasi Dukung Pengelolaan Wisata Berbasis Masyarakat di Situ Rawa Toke
Siswa TK Terima Bibit Ikan Hias Langsung dari Wakil Wali Kota Bekasi
Wawali Bekasi Ajak Siswa Giat Belajar dan Menjadi Anak Saleh
Kunjungan Wali Kota Bekasi ke Tiongkok untuk Penjajakan Kerja Sama Teknologi Lingkungan Mendapat Restu Pemerintah Pusat
Uji Laboratorium DLH Bekasi Ungkap Parameter Limbah dari MBG Bojongmenteng 2
Semarak Hari Ibu Kota Bekasi Berlangsung Meriah, Diikuti Berbagai Organisasi Perempuan
Bekasi Mantapkan Diri Jadi Sport City, Layanan Medis Atlet Diperkuat Primaya Hospital
Azmi Hanif — MC Profesional Gen Z Asal Bekasi yang Telah Mewakili Indonesia hingga ke Panggung Internasional

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:44 WIB

Wawali Bekasi Dukung Pengelolaan Wisata Berbasis Masyarakat di Situ Rawa Toke

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:39 WIB

Siswa TK Terima Bibit Ikan Hias Langsung dari Wakil Wali Kota Bekasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:29 WIB

Wawali Bekasi Ajak Siswa Giat Belajar dan Menjadi Anak Saleh

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:15 WIB

Kunjungan Wali Kota Bekasi ke Tiongkok untuk Penjajakan Kerja Sama Teknologi Lingkungan Mendapat Restu Pemerintah Pusat

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:57 WIB

Uji Laboratorium DLH Bekasi Ungkap Parameter Limbah dari MBG Bojongmenteng 2

Berita Terbaru