Mendagri Tito Karnavian : Infrastruktur dan Layanan Dasar di Pidie Jaya Mulai Pulih Pascabencana

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Pidie Jaya – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Tito menegaskan, sejak bencana terjadi pada akhir November 2025, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani dampak bencana. Saat itu, sejumlah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, listrik, dan jaringan komunikasi mengalami gangguan. Setelah hampir tiga bulan masa pemulihan, kondisi di berbagai wilayah, termasuk Pidie Jaya, mulai berangsur normal.

“Nah, intinya bahwa selama lebih kurang hampir dua bulan, tiga bulan ini, sudah banyak perubahan yang terjadi. Jalan nasional sudah bisa lewat, listrik sudah input, internet [masuk], mungkin juga BBM. Saya ingat betul di Pidie Jaya, SPBU-nya, ngantri panjang, bahkan ada yang tutup. Sekarang saya lihat sudah normal,” katanya di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, Tito menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pembersihan lumpur akibat banjir, penanganan sedimen sungai, serta perbaikan jembatan dan jalan yang rusak. Selain infrastruktur, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada penanganan pengungsi. Satgas PRR menargetkan seluruh pengungsi tidak lagi tinggal di tenda sebelum Lebaran.

“Nah khusus untuk pengungsi, kita menarget, pengungsi ini sebelum Idulfitri, tidak ada lagi yang di tenda. Kemarin kami rapat penuh, hasilnya semua harus di huntara, hunian sementara. Atau mereka diberikan Dana Tunggu Hunian,” ungkapnya.

Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak, antara lain bantuan kebutuhan hidup harian, bantuan isi perabot rumah tangga, serta bantuan ekonomi bagi pihak yang berhak. Tito menambahkan, Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan tahap awal dalam jumlah besar karena pemerintah daerah mampu menyiapkan data penerima secara cepat dan lengkap.

“Sebetulnya acaranya serempak di seluruh kabupaten [ada] 52, tiga provinsi, karena Pidie Jaya paling besar menerima [bantuan] yang tahap pertama. Kenapa paling besar? Karena Pak Bupatinya bisa memberikan data duluan paling lengkap, gara-gara itu. Terima kasih Pak Bupati,” tandasnya.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri || Satgas PRR

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Ketua Umum TP PKK Ajak Keluarga Budayakan Olahraga untuk Generasi Emas 2045
Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri
Bima Arya Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju
TP PKK Berperan Strategis dalam Menjaga Kebersihan dan Menangani Persoalan Sampah
Kemnaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang
Wamendagri Wiyagus: Pengendalian TB Tak Hanya Soal Kesehatan, tapi Juga Produktivitas Keluarga
15 RUU Kabupaten/Kota Resmi Disetujui Jadi UU, Mendagri Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah
Kemendagri Perkuat Kepemimpinan dan Pelayanan untuk Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:26 WIB

Ketua Umum TP PKK Ajak Keluarga Budayakan Olahraga untuk Generasi Emas 2045

Selasa, 22 September 2026 - 22:56 WIB

Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

TP PKK Berperan Strategis dalam Menjaga Kebersihan dan Menangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 16:11 WIB

Kemnaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

Berita Terbaru