Mendagri Tito Apresiasi Daerah dengan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD yang Seimbang

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Tanjungpinang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna menstimulasi perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa belanja pemerintah merupakan instrumen utama dalam memutar roda ekonomi nasional sekaligus menggerakkan sektor swasta.

“Karena belanja pemerintah adalah belanja utama selain untuk terjadinya peredaran uang, menstimulasi swasta,” jelasnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program Tiga Juta Rumah di Aula Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (9/3/2026).

Mendagri menjelaskan, pengelolaan keuangan daerah yang ideal ditandai dengan tingginya pendapatan yang diiringi realisasi belanja yang juga tinggi, sehingga uang dapat beredar di masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, ia memberikan apresiasi secara khusus kepada daerah-daerah yang telah berhasil mengelola keuangan daerah dengan kondisi ideal tersebut.

Salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat yang mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 16 persen dan belanja sebesar 15 persen.

Sebaliknya, Mendagri juga menyayangkan masih adanya beberapa daerah yang berhasil mencatatkan pendapatan cukup tinggi, tetapi tidak optimal dalam merealisasikan belanjanya. Hal tersebut membuat dana APBD yang semestinya dapat digunakan untuk pembangunan justru lebih banyak mengendap atau tersimpan di bank.

“Nah, kalau pendapatannya tinggi, belanjanya rendah, ya alhamdulillah punya simpanan, tapi belanja rendah. Perputaran uangnya kurang bergerak,” ujarnya.

Khusus untuk Provinsi Kepri, Mendagri mengapresiasi keberhasilan Pemda setempat yang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara year-on-year hingga 7,89 persen. Capaian ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada pada angka 5,39 persen pada triwulan IV Tahun 2025.

Tidak hanya itu, tingkat inflasi pada Februari 2026 secara year-on-year di provinsi tersebut juga terbukti sangat terkendali, yakni pada angka 3,54 persen.

“Ini cukup baik, terkendali. Dan inflasi bulan ke bulannya (Provinsi Kepri) juga cukup baik,” pungkasnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Bantuan Presiden Harus Segera Digunakan, Mendagri Tekankan Percepatan Pemulihan Pascagempa di NTT
Mendagri Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Ditargetkan Keluar dari Middle Income Trap
Inflasi 3,19 Persen, Mendagri Ingatkan Pemda Antisipasi Kenaikan Komoditas Pangan
Kemenag Fleksibelkan Kegiatan Belajar di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Hindari Kepanikan
Anak Krakatau Kembali Tenang Setelah Erupsi 25 Jam, Warga Diminta Tetap Waspada
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berhenti, Ancaman Letusan Susulan Masih Tinggi
Mendagri Tito Karnavian Dorong Program Bedah Rumah Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:53 WIB

Bantuan Presiden Harus Segera Digunakan, Mendagri Tekankan Percepatan Pemulihan Pascagempa di NTT

Senin, 7 September 2026 - 18:27 WIB

Mendagri Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Ditargetkan Keluar dari Middle Income Trap

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Inflasi 3,19 Persen, Mendagri Ingatkan Pemda Antisipasi Kenaikan Komoditas Pangan

Senin, 7 September 2026 - 17:57 WIB

Kemenag Fleksibelkan Kegiatan Belajar di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik

Minggu, 6 September 2026 - 21:46 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Hindari Kepanikan

Berita Terbaru