Mencari ‘Rumah yang Hilang’ dan Menghidupkan Lagi Sumatera

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Bencana banjir dan longsor di pulau Sumatera telah merenggut banyak nyawa, menghancurkan infrastruktur, dan menyisakan ribuan desa serta rumah warga dalam kondisi hancur, membangkitkan tantangan besar bagi upaya pemulihan. Kini, selain menyelamatkan korban, pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan unsur terkait harus berjuang merekonstruksi “rumah yang hilang”, bukan sekadar bangunan, tetapi juga harapan bagi masyarakat terdampak.

https://img2.beritasatu.com/cache/beritasatu/480x310-3/2025/12/1764590063-1050x711.webp
https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/YYVnLY8r9Fiu1rGCIjV4vJhRhXw%3D/1280x720/smart/filters%3Aquality%2875%29%3Astrip_icc%28%29/kly-media-production/medias/5430612/original/050072900_1764667546-banjir-bandang-bunin-aceh-timur.jpg
https://i0.wp.com/mediacenter.serdangbedagaikab.go.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA0137-1024x768.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1Data Terkini Bencana
  • Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025, korban tewas telah mencapai 712 jiwa

  • Sementara itu, jumlah warga dinyatakan hilang masih ratusan orang, dan korban luka serta warga terdampak mencapai ratusan ribu.

  • Untuk kerusakan fisik, data awal menunjukkan ribuan rumah rusak berat, sedang, maupun ringan,bbanyak di antaranya kemungkinan total hilang akibat tergerus banjir atau longsor.

  • Evakuasi masif telah dilakukan: lebih dari 33.000 jiwa berhasil diselamatkan dari tiga provinsi terdampak.

Data ini menunjukkan skala bencana yang luas: bukan sekadar kecelakaan alam, tetapi potret kehancuran struktural terhadap rumah, desa, dan kehidupan warga.

Pendekatan Pemerintah: Dari Tanggap Darurat ke Rehabilitasi & Rekonstruksi

Sejalan dengan pernyataan Menteri Desa PDT bahwa koordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah akan digencarkan, pemerintah telah mulai mempersiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi, mencakup pembangunan kembali rumah warga, kantor desa, dan fasilitas dasar seperti posyandu.

Menurut rencana awal, pemerintah menargetkan pemulihan secara cepat dan terukur, dengan timeline pemulihan dan rekonstruksi yang dapat dipantau publik. Hal ini diharapkan bisa mengembalikan kehidupan warga secara bertahap.

Namun, tantangan besar tetap mengintai: banyak desa terpencil, akses jalan terputus, dan data kerusakan serta jumlah rumah yang hilang belum semuanya tervalidasi, membuat proses pendataan dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Aspek Sosial & Lingkungan: ‘Rumah yang Hilang’ Juga Soal Kehidupan

Hilangnya rumah warga bukan h&nya soal kehilangan hunian — melainkan juga hilangnya mata pencaharian, ruang komunitas, serta akses pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi desa. Desa-desa yang dulu hidup tenang kini porak-poranda; banyak keluarga yang mengungsi, kehilangan identitas tempat tinggal, dan menghadapi ketidakpastian jangka panjang.

Di saat yang sama, bencana ini menyingkap kerentanan struktural: kerusakan lingkungan, tekanan terhadap daerah aliran sungai, dan potensi dampak deforestasi serta pengelolaan lahan jadi sorotan — hal yang perlu menjadi bagian dari strategi pemulihan jangka panjang agar “rumah yang hilang” tidak hilang lagi.

Harapan & Panggilan untuk Solidaritas

Pemulihan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat atau daerah. Diperlukan keterlibatan banyak pihak: masyarakat terdampak, komunitas lokal, organisasi kemanusiaan, dan publik luas. Program donasi, rehabilitasi lingkungan, serta rekonstruksi hunian —semuanya harus berjalan dengan transparan dan partisipatif.

Dengan komitmen yang tegas dan kolaborasi yang luas, “rumah yang hilang” tidak hanya bisa dibangun kembali, tetapi juga bisa menjadi fondasi baru bagi kehidupan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan manusiawi. (ihd)

Berita Terkait

Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll
Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan
Bandung Barat Darurat Bencana, 82 Korban Longsor Belum Ditemukan
Hujan Deras Rendam 45 RT dan 22 Ruas Jalan di Jakarta, Air Capai 90 Sentimeter
BPS Pastikan Pendataan Rehab-Rekon Aceh Tamiang Pascabencana Akurat
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Wilayah Maros, Bawa 11 Penumpang

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:09 WIB

Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:44 WIB

Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:36 WIB

Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:13 WIB

Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:40 WIB

Bandung Barat Darurat Bencana, 82 Korban Longsor Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB