Menag Ingatkan ASN Kemenag Jaga Integritas dan Hindari Penyalahgunaan Jabatan

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Rakerwil Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di Bone, Rabu (7/1/2026). (Dok Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Rakerwil Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di Bone, Rabu (7/1/2026). (Dok Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Bone — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk menjaga integritas dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di Bone, Rabu (7/1/2026).

Nasaruddin menegaskan, pelanggaran etika dan hukum kerap berawal dari pembenaran atas hal-hal kecil yang sebenarnya bukan hak. Ia mengingatkan bahwa konsekuensi moral dari perbuatan tersebut tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga.

“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan hak. Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram tidak bisa dibersihkan kecuali oleh api neraka. Jagalah diri, keluarga, dan hati kita,” ujar Nasaruddin.

Menurut dia, integritas harus menjadi karakter utama ASN Kementerian Agama. Selain itu, gaya hidup yang berlebihan perlu dihindari karena berpotensi mendorong penyalahgunaan kewenangan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga agar tidak menjadi faktor pendorong terjadinya pelanggaran.

Selain integritas, Nasaruddin menekankan pentingnya kedisiplinan ibadah dan kedekatan spiritual sebagai fondasi moral ASN Kementerian Agama. Ia mendorong jajarannya untuk menjaga hubungan dengan Tuhan sebagai benteng pengendali diri dalam menjalankan tugas.

“Jangan jauh dari Tuhan. Jadikan amalan sunah seperti kewajiban. Di situ ada kekuatan yang menjaga kita,” kata Nasaruddin.

Ia juga menyoroti pentingnya etos kerja, kemampuan komunikasi, serta penguatan jejaring. Menurut Nasaruddin, kecakapan teknis perlu diimbangi dengan kemampuan membangun relasi yang baik dengan masyarakat, tokoh agama, dan media agar kinerja institusi dapat dirasakan dan dipahami publik.

“Prestasi tidak hanya diukur dari seberapa banyak kita bekerja, tetapi dari seberapa baik kita memediasikan kinerja kita,” ujarnya.

Nasaruddin menambahkan, publikasi yang baik merupakan bagian dari akuntabilitas sekaligus sarana membangun kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan, manajemen organisasi modern tidak lagi bertumpu pada figur individual, melainkan pada kerja tim yang solid.

“Tidak ada lagi superman. Yang ada adalah superteam. Pemimpin yang baik bukan yang mengerjakan semuanya, tetapi yang mampu memberi kepercayaan dan mendelegasikan tugas,” tuturnya. (ihd)

Berita Terkait

Bantuan Subsidi Upah Guru Madrasah Non-ASN Disalurkan kepada 211.992 Pendidik
Itjen Kemenag Perkuat Pengawasan Bantuan Masjid lewat Juknis Berbasis Risiko
Menag Dukung STABN Raden Wijaya Jadi Institut, Transformasi Bertahap dan Bermutu
Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Bisa Difungsikan Jelang Ramadan
Kesultanan Buton Anugerahi Gelar Adat Mia Ogena I Sara Agama kepada Menag
Kemenag Terbitkan PMA 51/2025, Penegerian Widyalaya Swasta Kini Berpayung Hukum
Luhut Bongkar Fakta: Saya Beri Izin Bandara IMIP Demi Investasi Hilirisasi Nasional
Rekayasa Lalu Lintas Reuni 212: Warga Pilih Rute Aman dan Antisipasi Pengalihan Arus

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:45 WIB

Bantuan Subsidi Upah Guru Madrasah Non-ASN Disalurkan kepada 211.992 Pendidik

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:34 WIB

Itjen Kemenag Perkuat Pengawasan Bantuan Masjid lewat Juknis Berbasis Risiko

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:21 WIB

Menag Dukung STABN Raden Wijaya Jadi Institut, Transformasi Bertahap dan Bermutu

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:29 WIB

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Bisa Difungsikan Jelang Ramadan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:18 WIB

Kesultanan Buton Anugerahi Gelar Adat Mia Ogena I Sara Agama kepada Menag

Berita Terbaru

Nisya berpose dengan pakaian dan atribut pramugari yang nyaris sempurna di tempat yang seolah kabin pesawat. (Istimewa)

HUKUM

Kisah Getir Nisye, Pramugari Palsu yang Tertipu

Minggu, 11 Jan 2026 - 19:37 WIB