Menag dalam Rakor Pimpinan Tekankan Integrasi Keilmuan dan Lompatan Riset PTKI

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin menyampaikan pesan dalam rapat koordinasi pimpinan, Selasa (6/1/2026)

Menteri Agama Nasaruddin menyampaikan pesan dalam rapat koordinasi pimpinan, Selasa (6/1/2026)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan dua agenda utama yang harus menjadi perhatian civitas academica Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yakni standarisasi integrasi keilmuan serta peningkatan kualitas riset agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin dalam rapat koordinasi pimpinan yang membahas proyeksi pendidikan tinggi keagamaan tahun 2026. Rapat berlangsung secara luring di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (13/1/2026), serta diikuti secara daring oleh pimpinan PTKI, kepala kantor wilayah Kemenag provinsi, dan kepala kantor Kemenag kabupaten/kota.

Menurut Nasaruddin, integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama merupakan amanah mendasar yang harus diwujudkan secara sistematis. Ia menilai, setiap lulusan PTKI, apa pun bidang studinya, perlu dibekali fondasi keagamaan yang kuat sebagai distingsi utama perguruan tinggi keagamaan.

“Ada amanah mendasar tentang transformasi atau integrasi keilmuan antara ilmu umum dan agama. Saya usul perlu ada standarisasi integrasi keilmuan yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa di universitas kita,” ujar Nasaruddin.

Selain integrasi keilmuan, Menag juga mendorong dosen dan peneliti di lingkungan Kementerian Agama untuk melakukan terobosan ilmiah yang diakui secara global. Ia meyakini, dengan penguasaan metodologi riset yang tepat, kajian keagamaan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.

“Ilmu keagamaan itu bukan hanya ilmu akhirat, tetapi juga ilmu keduniaan. Jika kita mampu mengoptimalkan karya-karya akademik, tidak mustahil prestasi masa lalu dapat terulang,” kata Nasaruddin.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menambahkan, transformasi PTKI juga harus diiringi dengan percepatan redesign kelembagaan agar selaras dengan standar nasional kementerian terkait. Menurut dia, penguatan status institusi harus ditopang data yang akurat dan rencana pengembangan jangka menengah yang jelas.

“Kementerian Agama harus memastikan redesign transformasi itu memiliki perencanaan yang matang hingga lima tahun ke depan. Datanya perlu dipastikan agar proses ini dapat dituntaskan di tingkat kementerian terkait,” ujar Kamaruddin.

Di luar aspek kelembagaan, Kamaruddin juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi kampus melalui optimalisasi aset Badan Layanan Umum (BLU). Optimalisasi aset dinilai dapat memperkuat fasilitas pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa.

Sejalan dengan itu, Kementerian Agama tengah mempercepat transformasi digital melalui penerapan sistem ESNS untuk mengintegrasikan data mahasiswa dan dosen secara real-time dalam kerangka kebijakan “satu data”. Upaya lain yang dikembangkan mencakup internasionalisasi PTKIN, penguatan moderasi beragama melalui Kurikulum Berbasis Cinta, serta peningkatan peringkat perguruan tinggi keagamaan di tingkat global.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag Sahiron menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta telah dilengkapi dengan buku ajar resmi untuk PTKI. Kurikulum tersebut diharapkan membangun budaya akademik yang saling menghargai antara dosen dan mahasiswa.

Selain itu, Kemenag menargetkan pembukaan 10 program studi vokasi baru, antara lain di bidang manajemen haji dan industri halal. Kemenag juga menjalankan program Green Campus sebagai implementasi ekoteologi melalui penguatan riset, kolaborasi internasional, dan kerja sama dengan dunia industri guna meningkatkan daya serap lulusan.

“Program Green Campus merupakan penerjemahan konkret gagasan ekoteologi yang disampaikan Pak Menteri dan akan dijalankan melalui skema percontohan di sejumlah PTKI,” ujar Sahiron. (ihd)

Berita Terkait

Penyidikan Suap Proyek Ade Kuswara, Anggota DPRD Bekasi Diperiksa KPK
KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak, Ada Suap dalam Pemeriksaan Pajak
KPK Sita Dokumen dari Tersangka Korupsi Fasilitas Pengolahan Karet Kementan
Sebut Investigasi Keliru, Nadiem: Uang 809 Miliar Itu Tak Pernah Saya Terima
Eksepsi Ditolak, Nadiem Hormati Proses Hukum Kasus Chromebook
Kisah Getir Nisye, Pramugari Palsu yang Tertipu
KPK Dalami Peran Direksi PT Wanatiara Persada dalam Dugaan Suap Pajak
OTT Sejumlah Pegawai Pajak Terkait Praktik Pengurangan Nilai Pajak

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:49 WIB

Menag dalam Rakor Pimpinan Tekankan Integrasi Keilmuan dan Lompatan Riset PTKI

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIB

Penyidikan Suap Proyek Ade Kuswara, Anggota DPRD Bekasi Diperiksa KPK

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:24 WIB

KPK Geledah Kantor Ditjen Pajak, Ada Suap dalam Pemeriksaan Pajak

Senin, 12 Januari 2026 - 21:12 WIB

KPK Sita Dokumen dari Tersangka Korupsi Fasilitas Pengolahan Karet Kementan

Senin, 12 Januari 2026 - 15:38 WIB

Sebut Investigasi Keliru, Nadiem: Uang 809 Miliar Itu Tak Pernah Saya Terima

Berita Terbaru