Membangun Kepercayaan Publik melalui Sinergi Penegak Hukum

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Misyal B Achmad
(Wakil Ketua Umum Peradi Profesional)

JENDELANUSANTARA.COM, Mencermati dinamika di ruang publik terkait pemberitaan proses penegakan hukum yang melibatkan Kejaksaan Republik Indonesia dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri, seluruh elemen bangsa perlu menyikapinya dengan kepala dingin, objektif, serta tetap menjunjung tinggi prinsip negara hukum.

Dalam negara hukum yang demokratis, setiap institusi penegak hukum menjalankan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Dinamika dalam pelaksanaan tugas merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang harus dihormati dan disikapi secara proporsional. Ruang publik hendaknya tidak digiring ke arah kesimpulan yang belum terverifikasi atau narasi yang seolah-olah membenturkan antar lembaga.

Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia merupakan dua pilar utama Sistem Peradilan Pidana Terpadu (Integrated Criminal Justice System). Keduanya bukanlah institusi yang saling berhadapan, melainkan mitra konstitusional yang memiliki tujuan sama: menegakkan hukum, memberikan kepastian hukum, mewujudkan keadilan, serta melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Kita meyakini pimpinan kedua institusi memiliki kedewasaan, integritas, dan komitmen yang sama untuk menjaga marwah penegakan hukum. Apabila terdapat perbedaan pandangan dalam pelaksanaan kewenangan, hal tersebut merupakan dinamika kelembagaan yang semestinya diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan mekanisme hukum yang tersedia, dengan tetap menghormati kewenangan masing-masing. Di tengah tingginya perhatian masyarakat, seluruh pihak—termasuk tokoh masyarakat, praktisi hukum, akademisi, media massa, dan pengguna media sosial—diharapkan tidak membangun opini spekulatif yang memperuncing keadaan. Kritik dan pengawasan publik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan tidak mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Kepercayaan publik merupakan modal utama penegakan hukum. Oleh karena itu, menjaga hubungan kelembagaan yang harmonis, profesional, dan saling menghormati merupakan tanggung jawab bersama.

Masyarakat menaruh harapan besar agar seluruh aparat penegak hukum tetap berdiri dalam satu barisan, bekerja berdasarkan hukum, menjunjung integritas, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan sektoral.

Sebagai advokat, saya memandang supremasi hukum hanya akan terwujud apabila seluruh unsur penegak hukum—Kepolisian, Kejaksaan, Advokat, Pengadilan, dan lembaga lainnya—terus memperkuat sinergi dalam bingkai konstitusi, profesionalisme, dan penghormatan terhadap independensi masing-masing.

Bangsa ini membutuhkan kolaborasi, bukan polarisasi; membutuhkan sinergi, bukan spekulasi; serta membutuhkan keteladanan dari seluruh aparat penegak hukum dalam menjaga marwah hukum dan kepercayaan publik.

Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, mempercayakan setiap proses kepada mekanisme hukum yang berlaku, serta terus menguatkan persatuan antar lembaga penegak hukum demi tegaknya keadilan dan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hukum harus menjadi perekat persatuan, bukan sumber perpecahan. Para penegak hukum harus menjadi teladan dalam menunjukkan bahwa perbedaan kewenangan tidak akan pernah mengurangi persatuan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.(*)

Berita Terkait

Sambut HUT RI, Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Hadir di Langkat
FJI Kecam Dugaan Konten Tukar Hafalan Al-Qur’an dengan Miras, Minta Polisi Bertindak Profesional
Bekasi Catat 83,10 Persen Pemuda Tak Merokok, Pemkot Dorong Lingkungan Sehat
Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, AMPHIBI Gelar Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur
Puluhan Pelajar Wonosobo Ikuti Pembinaan Paskibra, Siap Jadi Teladan Generasi Muda
Konferensi Sungai Trawas Tuai Sorotan, Sejumlah Pihak Persoalkan Aspek Prosedural
Jogja Halal Festival Angkat Potensi Industri Halal ke Pasar Global
Gubernur Herman Deru Dorong Penguatan SDM Digital dan Pembinaan Karakter untuk Hadapi Tantangan Masa Depan pada HUT ke-116 Kabupaten OKU

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Sambut HUT RI, Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Hadir di Langkat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:13 WIB

FJI Kecam Dugaan Konten Tukar Hafalan Al-Qur’an dengan Miras, Minta Polisi Bertindak Profesional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Bekasi Catat 83,10 Persen Pemuda Tak Merokok, Pemkot Dorong Lingkungan Sehat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, AMPHIBI Gelar Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:12 WIB

Puluhan Pelajar Wonosobo Ikuti Pembinaan Paskibra, Siap Jadi Teladan Generasi Muda

Berita Terbaru