Megawati Soroti Minimnya Maestro Seni, Serukan Regenerasi Budaya Nasional

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎BANTUL – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti minimnya figur maestro seni yang mampu menginspirasi generasi muda saat membuka pameran seni rupa bertajuk “Mata Hati Soekarno” di Le Gareca Space, Kasihan, Bantul, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Megawati menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia seni Indonesia yang dinilai mulai kehilangan sosok-sosok panutan yang dapat membentuk karakter dan jiwa generasi penerus bangsa.

“Semakin tua saya, saya betul-betul harus bilang kepada maestro-maestro yang lebih besar. Karena sekarang menurut saya, mohon maaf, mungkin karena didikan kita sekarang sudah tidak ada lagi maestro. Siapa coba? Ayo, tolong diomongkan,” ujar Megawati di hadapan para seniman, budayawan, dan tamu undangan yang hadir.

Menurutnya, keberadaan maestro seni memiliki peran penting dalam mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Megawati menegaskan bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membangun kemanusiaan dan karakter bangsa.

Karena itu, ia mendorong para orang tua untuk mengenalkan kesenian kepada anak-anak sejak usia dini.

“Ibu-ibu yang punya anak, cepat-cepatlah untuk bisa mengajari mereka menari dari umur lima tahun. Seni itu menurut saya membangunkan yang namanya roh kita, menjadi sebuah hal yang sangat baik bagi kemanusiaan,” katanya.

Putri Proklamator RI Soekarno itu mengungkapkan dirinya telah mengenal berbagai cabang seni sejak kecil berkat lingkungan keluarga yang dekat dengan seniman dan budayawan.

“Saya sendiri bisa menari Bali, Sunda, Jawa, dan Sumatera. Empat ini saya borong semua. Dari situlah mulai masuk ke dalam diri kami ini yang namanya mengetahui seni,” tuturnya.

Ia juga menilai banyak penari masa kini hanya menguasai teknik gerakan tanpa memahami makna dan jiwa yang terkandung dalam sebuah tarian.

‎”Dulu maestro-maestro yang mengajarkan kepada kami mengajarkan menari dengan rohnya. Jadi rohnya itu juga ikut menari. Sekarang hal seperti itu yang tidak ada,” ucap Megawati.

Ia berharap semakin banyak sanggar dan padepokan seni yang dapat menjadi ruang pembelajaran budaya bagi anak-anak serta generasi muda.

Menurutnya, seni dan budaya merupakan salah satu fondasi penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme.

Selain menyoroti regenerasi seniman, Megawati juga mengingatkan pentingnya perlindungan karya budaya melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Sekarang HAKI itu sudah masuk ke dalam hukum internasional. Tolong digerakkan seniman-seniman untuk mendaftarkan karya-karyanya. Kalau sudah dicuri, sudah tidak bisa lagi,” tegasnya.

Pameran “Mata Hati Soekarno” yang menghadirkan 47 perupa dengan kurator Suwarno Wisetrotomo itu berlangsung hingga 6 Juli 2026 dan menjadi ruang refleksi atas pemikiran, perjalanan hidup, serta gagasan-gagasan Bung Karno yang tetap relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.(WAAW)

Berita Terkait

Festival Sastra Yogyakarta 2026 Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Resmi Dimulai
Bantul Creative Expo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dengan Target 110 Ribu Pengunjung
Pemda DIY Klarifikasi Isu Larangan JLFR, Pesepeda Tetap Boleh Melintasi Malioboro
Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga Jadi Sorotan dalam Bedah Film UWM
Percepatan Bedah Rumah di Prenggan, Hasto Komitmen Wujudkan Rumah Layak Huni
Tiga Loyalis Megawati Abadi Dinilai Mewakili Nilai Kesetiaan PDI Perjuangan
Bantul Gelar Ruwatan Ageng, Panjatkan Doa untuk Keselamatan Bangsa dan Harmoni Lingkungan
Panen Sawi Diserap Takmir NHK, Petani Untung Jamaah Senang

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:26 WIB

Festival Sastra Yogyakarta 2026 Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Resmi Dimulai

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:20 WIB

Bantul Creative Expo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dengan Target 110 Ribu Pengunjung

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:51 WIB

Pemda DIY Klarifikasi Isu Larangan JLFR, Pesepeda Tetap Boleh Melintasi Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:46 WIB

Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga Jadi Sorotan dalam Bedah Film UWM

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:05 WIB

Percepatan Bedah Rumah di Prenggan, Hasto Komitmen Wujudkan Rumah Layak Huni

Berita Terbaru