Maresca: Chelsea vs PSG, Laga Catur di Atas Rumput Hijau

Sabtu, 12 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Di balik sorotan lampu stadion dan hiruk-pikuk final perdana Piala Dunia Antarklub 32 tim, pelatih Chelsea, Enzo Maresca, membawa narasi yang tak biasa: pertandingan melawan Paris Saint-Germain akan seperti bermain catur.

“Saya suka menonton catur. Dan menurut saya, sepak bola adalah bentuk lain dari permainan itu. Setiap langkah lawan harus dijawab dengan strategi,” ujar Maresca dalam konferensi pers jelang laga puncak, dikutip dari laman resmi FIFA.

Laga Chelsea versus PSG, yang akan digelar di Senin dini hari (14/7) pukul 02.00 WIB, tak sekadar menjadi penutup turnamen, tetapi juga panggung bagi duel dua pendekatan sepak bola yang berbeda. Chelsea melaju ke final usai menyingkirkan Fluminense di semifinal. Adapun PSG datang dengan reputasi superior: menyapu bersih gelar Liga Champions, Ligue 1, dan Piala Prancis musim lalu.

Namun Maresca menolak tunduk pada tekanan nama besar lawan. Ia justru menegaskan bahwa ruang kejutan masih terbuka lebar. “Fluminense menyingkirkan Inter, Al Hilal mengalahkan Manchester City, Botafogo mengalahkan PSG. Jadi, segalanya bisa terjadi,” ucapnya.

Menurut dia, kunci kemenangan adalah eksekusi strategi yang konsisten. “PSG adalah tim terbaik di dunia saat ini. Tapi setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri.”

Chelsea mendapat kabar baik menjelang laga, dengan gelandang Moises Caicedo menunjukkan pemulihan signifikan dari cedera pergelangan kaki. Namun di saat bersamaan, The Blues harus melepas Noni Madueke ke Arsenal dalam transfer senilai 50 juta poundsterling. Maresca menyebut kepergian itu sebagai keputusan pribadi sang pemain.

Laga final ini bukan hanya pertarungan dua klub raksasa Eropa, tetapi juga adu kecerdikan dua pelatih dalam menyusun strategi. Di atas lapangan, bukan pion dan menteri yang bergerak, melainkan para pemain yang jadi bidak dalam duel intelektual di atas rumput hijau. (ihd)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur
Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka
Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 
Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo
Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0
Ronaldo Komitmen Tetap di Al Nassr, Bawa Tim Puncaki Klasemen Liga Arab Saudi
Debut Maarten Paes dengan Ajax Tahan Imbang NEC Nijmegen
Jaros Cedera, Kiper Timnas Indonesia Berpeluang Debut bersama Ajax di Eredivise

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:32 WIB

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:42 WIB

Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:12 WIB

Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:05 WIB

Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:41 WIB

Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0

Berita Terbaru