Lewat “The Break FAMILY”, Pelajar Sampaikan Pesan tentang Kepedulian dan Solidaritas Tanpa Kekerasan

Rabu, 27 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi foto bersama setelah pengambilan take terakhir ( Dokumentasi Pribadi)

Sesi foto bersama setelah pengambilan take terakhir ( Dokumentasi Pribadi)

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Sekelompok pelajar SMA/sederajat menghadirkan film pendek berjudul “The Break FAMILY”, sebuah karya audiovisual yang dibuat sebagai tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia di bawah bimbingan Ibu Niken.

Film yang diproduksi secara mandiri oleh DYMY Production tersebut tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan tugas sekolah, tetapi juga menjadi media bagi para pelajar untuk menyampaikan pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan sosial, persahabatan, serta bagaimana menghadapi perilaku buruk tanpa menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya jalan.

Mengangkat kehidupan sebuah kelompok yang kemudian dikenal sebagai The Break FAMILY, film ini mencoba menggambarkan bahwa kepedulian terhadap kejahatan di sekitar dapat diwujudkan dengan cara merangkul dan mengajak seseorang untuk berubah.

Pesan tersebut menjadi inti dari cerita: solidaritas tidak harus dibangun melalui kekerasan, dan sebuah persahabatan tidak seharusnya mengharuskan seseorang menyakiti sahabatnya sendiri.

Berawal dari Tugas Sekolah, Berkembang Menjadi Proyek Film

Ide cerita film ini berasal dari Adam Firdaus Habibi. Berangkat dari sebuah tugas akhir, para anggota kelompok kemudian mengembangkan gagasan tersebut menjadi sebuah film pendek dengan pembagian tugas yang cukup lengkap, mulai dari pemain hingga kru di balik kamera.

Ayu Lestari dipercaya sebagai penulis skenario sekaligus penata video. Sementara proses editing ditangani oleh Siti Mawardah. Pengambilan gambar dilakukan oleh Adam Firdaus Habibi dan Yahya Nurrohim, sedangkan Murdiyanti Nur Syamsiah bertanggung jawab sebagai penata rias.

“Bagi kami, film ini bukan hanya tentang menyelesaikan tugas sekolah. Kami ingin membuat sebuah cerita yang mempunyai pesan dan bisa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap orang lain bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik,” ujar Adam Firdaus Habibi, penggagas ide cerita dan bagian dari tim produksi The Break FAMILY.

Melibatkan 21 Pemeran

Proses produksi melibatkan 15 pemeran utama dan enam pemeran pembantu.

Pemeran utama: Yahya Nurrohim sebagai Jack; Faizal Ilham Setyawan sebagai Damn; Fahrul Falah sebagai Venom; Biagi Babul Rizki sebagai Roy; Rehan Supardi sebagai Rey; Egi Fauzi sebagai Onimous; Adam Firdaus Habibi sebagai Daus; Alm. Gilang Saputra sebagai Diki; Abdul Majid sebagai Boby; Siti Mawardah sebagai Jenny; Novia Indriyani sebagai Indy; Murdiyanti Nur Syamsiah sebagai Melody; Rosyana Oktavianti sebagai Rose; Novilia Kartika Ayu sebagai Naomi; dan Ayu Lestari sebagai Ayu.

Pemeran pembantu: Musa Ali Fathullah, Rafi Ariant, Muhammad Iqbal, M. Okan Heryanto, M. Fathurrahman, dan Bagas Putra Tama.

Produksi Dimulai 15 Februari 2019

Pengambilan video dimulai pada 15 Februari 2019 dan berlangsung secara bertahap selama kurang lebih satu bulan, terutama setelah pulang sekolah dan pada hari-hari libur sekolah.

Untuk menyesuaikan kebutuhan cerita, tim menggunakan sejumlah lokasi, mulai dari lingkungan sekolah, Perumahan Taman Kebayoran, Warung Siti Aqiqah, rumah Fahrul, rumah Nopi, hingga Gedung Biru Kalimalang. Gedung Biru Kalimalang menjadi lokasi pengambilan gambar terakhir dalam rangkaian produksi film.

Warung Siti Aqiqah juga memberikan dukungan berupa konsumsi bagi para pemain dan kru selama proses produksi.

Hujan, Keterlambatan hingga Adegan Kekerasan

Membuat film secara mandiri di tengah kesibukan sekolah bukan hal yang mudah. Tim DYMY Production harus menghadapi berbagai kendala selama proses produksi. Tidak semua pemain dapat hadir dalam setiap jadwal pengambilan gambar. Tim juga harus mencari pemain tambahan, menghadapi anggota yang terlambat tiba di lokasi, serta menyesuaikan jadwal dengan kondisi cuaca, termasuk ketika hujan.

Beberapa pengambilan gambar bahkan dilakukan pada malam hari. Adegan yang membutuhkan aksi kekerasan juga menjadi salah satu tantangan karena terdapat pemain yang mengalami luka selama proses pengambilan gambar. Selain kendala teknis, kondisi mood masing-masing anggota yang tidak selalu sama juga menjadi tantangan tersendiri.

Namun, berbagai hambatan tersebut tidak menghentikan proses produksi. Para anggota tetap berusaha menyelesaikan film hingga tahap akhir dengan membagi tugas dan saling membantu satu sama lain.

Dari Layar, Mereka Membawa Pesan Sosial

Melalui The Break FAMILY, DYMY Production ingin menyampaikan bahwa seseorang yang melakukan kesalahan tidak selalu harus dijauhi atau dihadapi dengan tindakan kekerasan. Kepedulian dapat dimulai dengan keberanian untuk mendekati, memahami, dan mengajak seseorang meninggalkan perilaku yang merugikan orang lain.

Konsep tersebut diwujudkan melalui kelompok The Break FAMILY, yang menggambarkan sebuah geng dengan solidaritas kuat, tetapi tidak menjadikan kekerasan terhadap sesama anggota sebagai dasar hubungan mereka.

Film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa keberanian bukan hanya tentang melawan, tetapi juga tentang berani peduli, berani mencegah keburukan, dan berani mengajak orang lain menjadi lebih baik.

Sebuah Karya, Sebuah Kenangan

Setelah melalui proses produksi dan penyuntingan selama kurang lebih satu bulan, The Break FAMILY diunggah ke YouTube pada 27 Maret 2019 oleh Egi Fauzi.

Bagi para anggota DYMY Production, film tersebut menjadi lebih dari sekadar tugas akhir. Proses pembuatannya menjadi pengalaman untuk belajar mengenai produksi audiovisual, pembagian tugas, kerja sama tim, kreativitas, serta bagaimana menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama mengerjakan sebuah proyek bersama.

The Break FAMILY menjadi dokumentasi dari masa sekolah sekaligus bukti bahwa sebuah tugas sederhana dapat berkembang menjadi karya yang menyimpan cerita, pengalaman, dan kenangan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Profil Produksi

JudulThe Break FAMILY
Production HouseDYMY Production
Tahun2019
Tanggal mulai pengambilan video15 Februari 2019
Tanggal publikasi YouTube27 Maret 2019
FormatFilm pendek
KategoriDrama / Sosial / Persahabatan
Konteks produksiTugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia
Guru pembimbingIbu Niken
Ide ceritaAdam Firdaus Habibi
Penulis skenario & penata videoAyu Lestari
EditorSiti Mawardah
KameramenAdam Firdaus Habibi & Yahya Nurrohim
Penata riasMurdiyanti Nur Syamsiah
Pengunggah YouTubeEgi Fauzi

 

Tonton Film The Break FAMILY || YouTube — The Break FAMILY

https://youtu.be/nJUByo5cjGU?si=Fez4BUBp3ikwSGdb

Berita Terkait

Jangan Anggap Biasa Orang Obesitas Mendengkur, Bisa Saja Gangguan Jantung
Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan ?
Manja Rider Community: Dari Perjalanan Keluarga Menjadi Kebersamaan di Jalan
Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri
Kasus HGB Summarecon, KPK Jajagi Peluang Periksa Nusron Wahid
Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN
Wali Kota Bekasi Gelar Maulid di Pasar, Bicara Keteladanan Rasul dalam Berdagang
Mahasiswa UGM Edukasi Warga Pokoh Kidul Wonogiri Waspada Penipuan Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:09 WIB

Jangan Anggap Biasa Orang Obesitas Mendengkur, Bisa Saja Gangguan Jantung

Kamis, 24 September 2026 - 09:13 WIB

Ketika Modal Melintasi Batas, Mengapa Tanggung Jawab Lingkungan Harus Berhenti di Perbatasan ?

Rabu, 23 September 2026 - 12:20 WIB

Manja Rider Community: Dari Perjalanan Keluarga Menjadi Kebersamaan di Jalan

Selasa, 22 September 2026 - 22:56 WIB

Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri

Sabtu, 19 September 2026 - 20:26 WIB

Kasus HGB Summarecon, KPK Jajagi Peluang Periksa Nusron Wahid

Berita Terbaru