Kunjungi Pabrik Gula PTPN Group, Rieke Diah Pitaloka Dorong Kolaborasi Nasional untuk Kemandirian Gula dan Energi Tebu

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Mojokerto, 29 Oktober 2025 — Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, melaksanakan kunjungan kerja ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, salah satu unit usaha PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Holding Perkebunan Nusantara, di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (29/10).

Dalam kunjungan tersebut, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang secara cepat merespons persoalan penyerapan gula petani. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat sekitar 100 ribu ton gula petani yang belum terserap, namun persoalan tersebut kini telah mendapatkan solusi melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan langsung dari Presiden RI.

“Kemarin itu ada pula petani yang tidak terserap sebanyak kurang lebih 100 ribu ton. Terima kasih Pak Prabowo, Presiden Republik Indonesia, yang kemudian merespons cepat. Dibantu juga oleh pimpinan Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, yang akhirnya berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga keluar anggaran dari kas negara sebanyak satu setengah triliun,” ujar Rieke.

Ia menambahkan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk menugaskan dua pabrik gula BUMN, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), guna menyerap gula petani yang belum tertampung.

Lebih lanjut, Rieke juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang telah menghapus Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen terhadap penjualan gula petani.

“Terima kasih juga kepada Kang Purbaya yang telah memperjuangkan penghapusan PPh Pasal 22 untuk gula petani. Langkah ini sangat berarti bagi peningkatan daya saing dan keberpihakan pada produksi dalam negeri,” ucapnya.

Selain menyoroti aspek hilir gula, Rieke juga menegaskan pentingnya pengembangan produk turunan tebu, salah satunya molases (tetes tebu), yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut bahwa molases berpotensi menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, farmasi, kosmetik, dan energi baru terbarukan, khususnya etanol.

“Selama ini kita mengenal tebu hanya menghasilkan gula. Padahal, ada produk lain yang sama pentingnya yaitu molases. Dari bahan ini, kita bisa menghasilkan energi baru terbarukan seperti etanol. Kita akan lihat apakah industri gula dan petani tebu Indonesia mampu berkolaborasi menuju produksi etanol nasional. Karena pada 2027, kita akan menuju program E10,” jelas Rieke.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung langkah pemerintah dalam mewujudkan kemandirian industri tebu nasional.

“Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula, tetapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia,” pungkasnya.

PG Gempolkrep sendiri merupakan salah satu unit produksi strategis PT Sinergi Gula Nusantara yang berperan penting dalam rantai pasok gula nasional. Melalui program transformasi dan modernisasi, pabrik ini terus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas rendemen, serta kemitraan dengan petani tebu di wilayah Jawa Timur.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara DPR RI, pemerintah, dan BUMN pangan untuk mewujudkan kemandirian industri gula dan energi berbasis tebu nasional menuju kedaulatan pangan Indonesia. (*)

Berita Terkait

Hey Slank X HS Guncang Malang, Perkuat Citra HS sebagai Brand Lokal Penuh Movement
Diduga Tak Transparan, Kenaikan Tagihan PDAM di Tambegan Tuai Protes Warga
Pemkot Yogyakarta dan Rumah Sakit Jajaki Pengembangan Wisata Kesehatan Terintegrasi
Yudhoyono Dialogue Forum 2026 Dorong Arah Baru Pembangunan Ekonomi Indonesia
Raissa Anggiani Tampilkan Konser Dua Sesi Penuh Emosi di Malang
Menko AHY: SMA Taruna Nusantara Malang Fondasi Pembentukan Generasi Emas 2045
Raissa Anggiani Jadikan Panggung sebagai Ruang Aman Ekspresi Emosi
Polisi Dalami Kasus Nenek Elina, Samuel Ardi Kristanto Diamankan

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:35 WIB

Hey Slank X HS Guncang Malang, Perkuat Citra HS sebagai Brand Lokal Penuh Movement

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:12 WIB

Diduga Tak Transparan, Kenaikan Tagihan PDAM di Tambegan Tuai Protes Warga

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:57 WIB

Pemkot Yogyakarta dan Rumah Sakit Jajaki Pengembangan Wisata Kesehatan Terintegrasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:01 WIB

Yudhoyono Dialogue Forum 2026 Dorong Arah Baru Pembangunan Ekonomi Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:26 WIB

Raissa Anggiani Tampilkan Konser Dua Sesi Penuh Emosi di Malang

Berita Terbaru