Kompetensi Pengelola Keuangan Daerah Ditingkatkan Melalui Diklat Pengadaan Barang dan Jasa

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berupaya meningkatkan kompetensi aparatur pengelola keuangan daerah. Upaya ini dilakukan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Level 1 di Hotel Vakasa, Jakarta, Selasa (9/7/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono menekankan pentingnya memahami prinsip mandatory spending dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai undang-undang. Ini seperti mengalokasikan anggaran minimal 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan.

Sugeng mengatakan, prinsip anggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting) juga perlu diperhatikan. Hal ini seperti setiap pengeluaran harus dinilai berdasarkan kemanfaatannya (outcome), bukan hanya hasil langsungnya (output). “Pengadaan barang dan jasa yang profesional adalah titik awal dari pengelolaan anggaran yang efektif. Setiap rupiah dari APBN dan APBD harus memiliki nilai yang berarti dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sugeng.

Selain itu, Sugeng mengingatkan pentingnya kompetensi aparatur dalam pengelolaan keuangan daerah. Ini misalnya setiap pejabat pengelola keuangan harus memiliki sertifikat kompeten. Diklat ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi para pengelola keuangan dan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dirinya berharap, Diklat ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Kami berharap para peserta tidak hanya sekadar tahu dan mengerti, tetapi juga mampu menerapkan dan berhati-hati dalam mengelola anggaran yang merupakan amanah dari rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan bahwa BPSDM Kemendagri memiliki lima kantor regional di luar Jakarta yang akan turut menggelar program pengembangan kompetensi pengadaan barang dan jasa. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) juga akan dilakukan untuk memastikan setiap rupiah yang keluar memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat.(Wan)

Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tito Karnavian Ingatkan Pemda Aceh Fleksibel Tetapkan Status Penanganan Pascabencana
Gandeng Dunia Usaha, Kemnaker Beri Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi 100 TKM Pemula
Sekjen Kemendagri Minta Bulog dan Pemda Perluas Gerakan Pangan Murah Sambut Kemerdekaan
Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan, Bima Arya Dorong Kolaborasi Antardaerah
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Kepemimpinan dan Pembangunan
Kasatgas Tito Percepat Anggaran Rehab-Rekon, Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas
Mendagri Tekankan ASN Harus Adaptif dan Responsif Layani Masyarakat
1.404 Mahasiswa IPDN Diwisuda, Mendagri Dorong Lulusan Jadi Penggerak Pemerintahan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tito Karnavian Ingatkan Pemda Aceh Fleksibel Tetapkan Status Penanganan Pascabencana

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:20 WIB

Gandeng Dunia Usaha, Kemnaker Beri Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi 100 TKM Pemula

Senin, 27 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Bulog dan Pemda Perluas Gerakan Pangan Murah Sambut Kemerdekaan

Senin, 27 Juli 2026 - 17:03 WIB

Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan, Bima Arya Dorong Kolaborasi Antardaerah

Senin, 27 Juli 2026 - 15:24 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Kepemimpinan dan Pembangunan

Berita Terbaru