Ketua Harian Dekranas Harap Seluruh Stakeholder Dukung Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM

Rabu, 15 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Solo, Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian berharap seluruh stakeholder dapat mendukung peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya tersebut, kata dia, telah dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk oleh Kementerian Investasi yang memiliki program di Provinsi Aceh dan Kota Solo.

Tri mendorong semua pemangku kepentingan menjalankan program serupa lebih sering di Kota Solo. Terlebih, Kota Solo masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia versi Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dengan ciri khas kerajinan tangan dan kesenian rakyat.

“Kami harapkan demikian, tidak hanya Dekranas yang melakukan kegiatan di Solo tapi juga seluruh komponen. Di luar pemerintah, seperti Kadin, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, BUMN, harapannya dengan adanya kegiatan ini mendorong instansi lain untuk berbuat yang sama,” ujarnya dalam Forum Peningkatan Kompetensi UMKM bersama Perempuan di Ndalem Wuryaningratan, Solo, Selasa (14/5/2024).

Menurut Tri, sektor UMKM menyumbang 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Jumlah UMKM sempat turun akibat pandemi Covid-19, lalu meningkat menjadi 66 juta pelaku UMKM pada 2023. “UMKM kriya sesuai data UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menjadi bagian 6 subsektor ekonomi kreatif. UMKM kriya menyumbang 16 persen dari ekonomi kreatif,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Solo Selvi Ananda membenarkan bahwa Solo telah masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia versi UNESCO. Karena itu, dirinya mendorong semua pemangku kepentingan mendukung peningkatan kapasitas UMKM di Kota Solo.

“Ya nanti kami lihat ke depannya, kami ingin lebih banyak forum-forum seperti ini agar lebih mengedukasi UMKM, menambah pengetahuan UMKM lagi sehingga punya skill dan bekal lagi untuk UMKM,” jelasnya.

Adapun Forum Peningkatan Kompetensi UMKM bersama Perempuan digelar Dekranas bekerja sama dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Kota Solo.

Forum tersebut merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-44 Dekranas. Sebanyak 300 orang perempuan menjadi peserta. Mereka menjalankan usaha kriya, busana, kuliner, dan lainnya. Para narasumber yang hadir dalam forum ini menyampaikan sejumlah materi, yakni mengenai pengembangan UMKM yang dijalankan perempuan, cerita sukses UMKM perempuan, dan akselerasi bisnis melalui perizinan.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Pemulihan Pascagempa NTT, Mendagri Prioritaskan Pendataan dan Pemenuhan Kebutuhan Warga
Mendagri Tito Pastikan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa NTT Segera Berjalan
Wujud Kepedulian Pemerintah, Mendagri Tito Salurkan Tali Asih bagi Ahli Waris Korban Gempa
Gempa NTT, Mendagri Tito Minta Pendataan Kerusakan Rumah Segera Dituntaskan
Perkuat Ekosistem Perfilman, Kementerian Ekraf Dorong Monetisasi IP Lewat JAFF Market
HUT Kemerdekaan ke-81, Mendagri Tito Pimpin Upacara di Manggarai Timur
Menekraf Tinjau Langsung Kesiapan Pesta Rakyat HUT RI ke-81
ATR/BPN Perkuat Dukungan Pertanahan bagi Pertamina untuk Ketahanan Energi Nasional

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Pemulihan Pascagempa NTT, Mendagri Prioritaskan Pendataan dan Pemenuhan Kebutuhan Warga

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Mendagri Tito Pastikan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa NTT Segera Berjalan

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Wujud Kepedulian Pemerintah, Mendagri Tito Salurkan Tali Asih bagi Ahli Waris Korban Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Gempa NTT, Mendagri Tito Minta Pendataan Kerusakan Rumah Segera Dituntaskan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Ekosistem Perfilman, Kementerian Ekraf Dorong Monetisasi IP Lewat JAFF Market

Berita Terbaru