Kendalikan Inflasi, Mendagri Minta Pemda Gencar Lakukan Gerakan Pangan Murah dan Salurkan Bansos

Senin, 8 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) gencar menggelar gerakan pangan murah atau pasar murah dan menyalurkan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat. Langkah ini dibutuhkan sebagai upaya pengendalian inflasi di masing-masing daerah. Pasalnya, kondisi inflasi di masing-masing daerah masih bervariasi meski di tingkat nasional terkendali.

Dia menyebutkan, inflasi akan lebih terkendali apabila seluruh Pemda bergerak melakukan upaya pengendalian. Terlebih di awal tahun anggaran, Pemda memiliki sumber daya untuk melakukan gerakan pangan murah dan Bansos. Selain menggunakan anggaran reguler, Pemda juga bisa memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dana dekonsentrasi yang diberikan kepada provinsi untuk melakukan gerakan tersebut.

“Digenjot kegiatan pasar murahnya, karena kegiatan pasar murah ini sangat bermanfaat untuk masyarakat agar mereka dapat tercukupi, terutama yang tidak mampu,” terang Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (8/1/2024).

Lebih lanjut, Mendagri juga telah meminta Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri untuk mengecek daerah-daerah yang telah melakukan gerakan pangan murah dan menyalurkan Bansos. Hal ini akan menjadi catatan bagi Kemendagri terhadap kinerja kepala daerah, termasuk bahan evaluasi untuk penjabat (Pj.) kepala daerah.

Dia menjelaskan, Kemendagri dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memberikan dana insentif bagi daerah yang mampu mengendalikan inflasi. Tahun lalu, Kemendagri bersama Kemenkeu juga telah memberikan dana insentif tersebut kepada daerah yang dinilai berhasil mengendalikan laju inflasi.

“Total dana insentif daerah atau sekarang namanya dana insentif fiskal itu besarnya sebanyak 1 triliun dalam rangka mendorong motivasi daerah untuk mengendalikan inflasi di daerah masing-masing,” ujarnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wali Kota Madiun dan Bupati Pati Ditahan, Kemendagri Aktifkan Peran Wakil Kepala Daerah
Mendagri Tito Karnavian: Pengembalian TKD untuk Daerah Bencana Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel
Kemenag Catat Efisiensi Rp8,6 Triliun lewat Pelatihan Digitalisasi MOOC Pintar
Rakernas APKASI XVII, Mendagri Dorong Daerah Kurangi Ketergantungan pada TKD
Rakernas XVII APKASI, Mendagri Tekankan Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat
Rapat Koordinasi Kemendagri Bahas Percepatan Bantuan Pascabencana Wilayah Sumatra
Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi
Wamendagri Wiyagus Soroti Potensi Ekonomi Stadion Sepak Bola bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:31 WIB

Wali Kota Madiun dan Bupati Pati Ditahan, Kemendagri Aktifkan Peran Wakil Kepala Daerah

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:12 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Pengembalian TKD untuk Daerah Bencana Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:08 WIB

Kemenag Catat Efisiensi Rp8,6 Triliun lewat Pelatihan Digitalisasi MOOC Pintar

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:01 WIB

Rakernas APKASI XVII, Mendagri Dorong Daerah Kurangi Ketergantungan pada TKD

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:51 WIB

Rakernas XVII APKASI, Mendagri Tekankan Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terbaru