JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta, 23 Juli 2026* – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmen penguatan ruang-ruang kreatif yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Sejalan dengan tema HAN 2026, ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, komitmen ini mempertegas strategi ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang beriringan dengan pemenuhan hak, perlindungan, serta partisipasi aktif anak dalam membentuk ekosistem kreatif nasional.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa anak merupakan sumber inspirasi sekaligus talenta pegiat ekraf masa depan yang perlu diberikan ruang untuk belajar, berekspresi, dan berinovasi sejak dini melalui lingkungan yang aman dan kolaboratif.
“Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa salah satu investasi bagi bangsa yaitu memastikan setiap anak dapat belajar dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045. Kementerian Ekraf senantiasa berkomitmen menghadirkan kreatif hub yang ramah anak sehingga talenta-talenta muda Indonesia dapat berkembang menjadi generasi inovatif dari local champion menuju national champion hingga berdaya saing go global,” ujar Menteri Ekraf.
Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian Ekraf mengedepankan pendekatan kolaborasi heksaheliks bersama pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan untuk menciptakan ruang kreatif yang bebas dari diskriminasi maupun eksploitasi anak. Langkah ini selaras dengan semangat Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (GERNAS #RANA) yang mendorong keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman di berbagai daerah.
“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial berkelanjutan sebagai sarana edukasi, kolaborasi lintas sektor, hingga penciptaan peluang baru bagi para pejuang ekraf. Kementerian Ekraf senantiasa memastikan ekosistem kreatif tumbuh dalam mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, serta membangun karakter anak yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Wamen Ekraf Irene Umar.
Data Profil Anak Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) tahun 2025 mencatat terdapat 79,9 juta jiwa atau 28,38 persen dari total penduduk Indonesia merupakan anak-anak. Melalui momentum HAN 2026, Kementerian Ekraf mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi, memunculkan narasi kreativitas, sekaligus menyoroti ketahanan mental generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan era digital.
Besarnya potensi anak Indonesia sebagai bonus demografi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor ekonomi kreatif yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.
Capaian tersebut membuktikan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar utama penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, investasi pada anak melalui pendidikan, pengembangan kreativitas, literasi digital, dan penyediaan ruang berekspresi yang aman menjadi langkah strategis untuk menyiapkan talenta kreatif masa depan yang berdaya saing global.
Melalui pengembangan 21 subsektor ekonomi kreatif, industri kreatif memiliki peran strategis dalam membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, dan meningkatkan literasi digital anak melalui karya serta aktivasi kreatif yang positif. Selamat Hari Anak Nasional 2026! (lsi)
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif














