Mendagri Tito: Keberagaman Latar Belakang Jadi Kekuatan 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jatinangor – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi sepuluh calon wisudawan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII yang berasal dari beragam latar belakang. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan proses rekrutmen dan pembelajaran di IPDN berjalan dengan baik. Para calon wisudawan mampu meraih prestasi melalui kemampuan dan kerja keras, bukan karena faktor privilese ekonomi.

“Itu yang membuat saya bangga, artinya proses rekrutmen pada saat awal mereka benar. Dan proses belajar di sini juga benar. Karena mereka bukan dari kalangan yang dapat dikatakan mampu. Tapi bisa meraih 10 besar dari 1.204 yang insyaallah nanti akan diwisuda dan dilantik,” katanya di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026).

Saat memberikan arahan dalam pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang akan segera diwisuda, Mendagri memanggil sepuluh calon wisudawan terbaik ke atas panggung untuk menanyakan langsung latar belakang mereka. Mereka berasal dari beragam latar belakang keluarga, mulai dari anak petani, pedagang, tenaga pendidik, wiraswasta, hingga anggota TNI dan Polri.

“Berasal dari keluarga, latar belakang keluarga yang biasa-biasa saja, yang nomor satu bahkan orang tuanya hanya buruh bangunan dari NTT. Kemudian ada lagi yang orang tuanya yang buka warung saja. Ada yang dari TNI/Polri, tapi dari Bintara,” ujarnya.

Salah satu yang mendapat perhatian Mendagri ialah peraih peringkat pertama sekaligus penerima penghargaan Kartika Astha Brata, penghargaan tahunan bergengsi yang diberikan kepada Pamong Praja Muda lulusan terbaik IPDN. Tahun ini, penghargaan tersebut diraih oleh Aji Bayu Ramadhan, praja asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aji mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84, tertinggi di antara calon wisudawan Angkatan XXXIII lainnya. Ia menempuh pendidikan pada Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan.

Dalam dialog dengan Mendagri, Aji yang berasal dari NTT menceritakan bahwa ayahnya berprofesi sebagai buruh, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga (IRT). Mendagri menilai bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Mendagri kemudian membagikan pengalamannya sebagai inspirasi bagi para calon wisudawan. Ia mengisahkan bahwa dirinya juga berasal dari keluarga sederhana. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk terus berjuang hingga menjadi lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1987.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan terdapat tiga titik balik yang mengubah perjalanan hidupnya. Pertama, saat diterima di Akpol. Kedua, ketika memperoleh Beasiswa Chevening untuk menempuh pendidikan Master of Arts in Police Studies di Inggris pada usia 26 tahun sehingga memperluas wawasannya dari tingkat nasional ke tingkat global. Ketiga, ketika menyelesaikan pendidikan doktor (Ph.D.) di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Menurut Mendagri, pendidikan bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, mengubah pola pikir (mindset), serta memperluas jejaring.

“Poin yang ingin saya sampaikan itu [pendidikan] membuka wawasan ilmiah, cara berpikir ilmiah, sehingga penyelesaian masalah juga selalu berbasis teori, data, referensi,” tandasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Tito Sampaikan Santunan Duka untuk Keluarga Korban Gempa Nangapanda
Lanjutkan Kunjungan ke Nagekeo, Mendagri Tito Sampaikan Bantuan Duka kepada Warga
Korban Gempa NTT Kehilangan Dokumen, Mendagri Siapkan Layanan Cetak Ulang Gratis
Rombongan Mendagri Tito Karnavian Distop Ibu-Ibu di Nagekeo, Ada Apa?
Aturan Tarif Ojol dalam Perpres Diperluas, Pemerintah Libatkan Aplikator dan Pengemudi
Kemenag Perkuat Pendataan Dampak Gempa NTT dan Cegah Karhutla
Mendagri Tito Fokus Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Dasar Pascagempa Ende
Tomsi Tohir Minta TPID Aktif Pantau dan Kendalikan Harga Beras

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Mendagri Tito Sampaikan Santunan Duka untuk Keluarga Korban Gempa Nangapanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Lanjutkan Kunjungan ke Nagekeo, Mendagri Tito Sampaikan Bantuan Duka kepada Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Rombongan Mendagri Tito Karnavian Distop Ibu-Ibu di Nagekeo, Ada Apa?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Aturan Tarif Ojol dalam Perpres Diperluas, Pemerintah Libatkan Aplikator dan Pengemudi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Kemenag Perkuat Pendataan Dampak Gempa NTT dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru