JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Kementerian Agama mencatat lonjakan signifikan jumlah pemudik yang memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga akhir periode layanan, sebanyak 3.592.348 orang tercatat singgah di masjid yang disiagakan di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.617.641 pemudik.
“Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah semakin kuat,” ujar Abu di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Program Masjid Ramah Pemudik tahun ini melibatkan 6.859 masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan disediakan selama periode H-9 hingga H+7 Lebaran. Jumlah tersebut belum mencakup fasilitas serupa yang juga disediakan oleh rumah ibadah lain seperti gereja, vihara, dan tempat ibadah lintas agama.
Menurut Abu, keberadaan masjid di jalur-jalur strategis seperti Pantai Utara Jawa (Pantura), Trans Jawa, dan Trans Sumatera menjadi faktor penting yang mendorong tingginya pemanfaatan layanan. Lokasi yang mudah diakses menjadikan masjid sebagai tempat singgah yang praktis sekaligus aman bagi pemudik.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid dinilai mampu bertransformasi menjadi ruang pelayanan publik. Fasilitas dasar seperti air bersih, tempat istirahat, dan area ibadah menjadi kebutuhan utama yang dicari pemudik di tengah perjalanan panjang.
“Jika dikelola dengan baik, masjid dapat menjadi oase bagi pemudik,” kata Abu.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menambahkan peningkatan jumlah pengguna juga dipengaruhi oleh kesiapan fasilitas dan kualitas layanan di masjid yang terlibat.
Berdasarkan data sementara, mayoritas pengguna layanan merupakan pemudik sepeda motor dengan porsi 54 persen, diikuti mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya sebesar 1 persen.
Arsad menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring belum seluruh data lapangan terhimpun secara menyeluruh.
“Secara faktual, jumlah pemudik yang memanfaatkan layanan ini diperkirakan lebih besar,” ujarnya.
Kementerian Agama berharap program Masjid Ramah Pemudik dapat terus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Selain menyediakan layanan fisik, program ini juga diharapkan memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat selama momentum Lebaran. (ihd)














