Inggris-Argentina, Rivalitas Lama yang Kembali Menentukan Jalan ke Final Piala Dunia

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (AI/Ihade)

Ilustrasi (AI/Ihade)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Sejarah panjang rivalitas Inggris dan Argentina akan kembali bertambah babak di Piala Dunia. Dua kekuatan sepak bola itu berhadapan pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB, dengan satu tiket menuju final menjadi taruhannya.

Pemenang laga akan menghadapi Spanyol yang lebih dahulu melaju ke partai puncak setelah menundukkan Prancis 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Bagi Inggris maupun Argentina, semifinal kali ini bukan sekadar perebutan tempat di final, melainkan juga kelanjutan rivalitas yang selama puluhan tahun kerap menghadirkan pertandingan sarat gengsi dan drama.

Inggris datang dengan kepercayaan diri setelah menunjukkan daya juang yang konsisten sepanjang fase gugur. Tim asuhan Thomas Tuchel dua kali membalikkan keadaan ketika menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Norwegia, sebelum akhirnya memastikan langkah ke empat besar. Kemenangan 3-2 atas tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar juga diraih dalam situasi sulit karena harus bermain dengan 10 orang hingga akhir pertandingan.

Mental untuk bangkit dari tekanan menjadi modal penting The Three Lions. Namun, Tuchel menilai timnya masih harus meningkatkan kualitas permainan apabila ingin menghentikan langkah sang juara bertahan.

Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada Harry Kane dan Jude Bellingham. Keduanya sama-sama telah mengoleksi enam gol sehingga menyumbang hampir seluruh gol Inggris di turnamen ini. Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak empat gol dalam dua laga terakhir, termasuk dua gol penentu kemenangan atas Norwegia pada babak perempat final.

Di sisi lain, Argentina juga menempuh perjalanan yang tidak mudah menuju semifinal. Tim besutan Lionel Scaloni dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu saat mengalahkan Tanjung Verde pada babak 32 besar dan Swiss pada perempat final. La Albiceleste juga menunjukkan daya juang ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar.

Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina. Delapan gol yang dicetaknya menempatkan sang kapten di puncak daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026. Namun, kekuatan Argentina tidak hanya bergantung kepada Messi. Variasi serangan mereka terlihat dari kontribusi tujuh pemain lain yang juga telah mencetak gol sepanjang turnamen.

Pertemuan di Atlanta akan menjadi duel keenam Inggris dan Argentina di Piala Dunia. Inggris memenangi dua pertemuan pertama pada 1962 dan final 1966. Argentina kemudian membalas lewat kemenangan bersejarah pada perempat final 1986 yang diwarnai dua gol legendaris Diego Maradona, termasuk gol “Tangan Tuhan”. La Albiceleste kembali menyingkirkan Inggris melalui adu penalti pada babak 16 besar edisi 1998, sebelum Inggris memenangi pertemuan terakhir pada fase grup Piala Dunia 2002 berkat penalti David Beckham.

Catatan sejarah itu memperlihatkan tidak ada tim yang benar-benar mendominasi rivalitas ini. Hampir setiap pertemuan menghadirkan cerita berbeda, mulai dari kontroversi, kebangkitan, hingga pertarungan yang ditentukan oleh ketenangan pada momen-momen krusial.

Semifinal kali ini pun diperkirakan tidak akan jauh berbeda. Inggris membawa energi generasi baru yang dipimpin Kane dan Bellingham, sedangkan Argentina mengandalkan pengalaman sebagai juara bertahan dengan Messi sebagai pengarah ritme permainan.

Pada akhirnya, pertandingan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, melainkan juga oleh kemampuan kedua tim menjaga disiplin, memanfaatkan peluang sekecil apa pun, serta mempertahankan konsentrasi ketika tekanan mencapai puncaknya. Dalam laga sebesar semifinal Piala Dunia, satu kesalahan sering kali cukup untuk mengubah arah sejarah.

Perkiraan susunan pemain

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-2-1-2): Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Facundo Medina, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernández; Julián Álvarez, Lionel Messi.

Berita Terkait

Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Singkirkan Prancis 2-0 dalam Laga Sengit
Mesir Gugat Kepemimpinan Wasit Laga Kontra Argentina, Minta FIFA Lakukan Investigasi
Messi Kembali Raih Rekor Puncak, Cetak Gol ke-8 di Laga 16 Besar Piala Dunia 2026
Trump Intervensi FIFA, Penyerang AS Balogun Lolos Skorsing di Piala Dunia
Maroko Melaju ke Perempat Final, Ounahi Bersinar dan Ukir Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti, Tantang Pemenang Argentina vs Tanjung Verde 
Portugal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Ronaldo: Kemenangan untuk Diogo Jota
Kecolongan di Menit-menit Akhir, Senegal Tersingkir Dramatis dari Belgia

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:46 WIB

Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Singkirkan Prancis 2-0 dalam Laga Sengit

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39 WIB

Inggris-Argentina, Rivalitas Lama yang Kembali Menentukan Jalan ke Final Piala Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:38 WIB

Mesir Gugat Kepemimpinan Wasit Laga Kontra Argentina, Minta FIFA Lakukan Investigasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:02 WIB

Messi Kembali Raih Rekor Puncak, Cetak Gol ke-8 di Laga 16 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 19:58 WIB

Trump Intervensi FIFA, Penyerang AS Balogun Lolos Skorsing di Piala Dunia

Berita Terbaru