Elektrifikasi hingga Merak Didorong, Pemprov Banten Siapkan Studi Kelayakan

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Banten – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah menyiapkan percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung–Merak. Langkah ini merupakan upaya memperkuat layanan transportasi publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

​Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, inisiatif tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang lebih cepat, terintegrasi, dan mampu menampung lonjakan penumpang.

​“Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak,” kata Gubernur Andra Soni dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung–Merak di Hotel Le Dian, Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

​Rencana tersebut sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Namun, program itu belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) sehingga diperlukan langkah konkret untuk memperkuat usulan kepada pemerintah pusat.

​Mengingat kewenangan pembangunan berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Banten saat ini menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS). Dokumen ini akan menjadi dasar untuk memastikan kelayakan proyek dari sisi operasional maupun pembiayaan.

​“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan,” ujarnya.

​Andra Soni menilai kebutuhan peningkatan kapasitas transportasi kereta api saat ini semakin mendesak. Berdasarkan data, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada 2025 mencapai 37,5 juta orang dan diproyeksikan melonjak menjadi 85 juta orang pada 2026. Sementara itu, tingkat keterisian pada jam sibuk telah mencapai 161 persen.

​Proyek elektrifikasi Rangkasbitung–Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun. Berdasarkan studi kelayakan, kapasitas layanan harian diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang.

​Pembangunan ini rencananya dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintas Rangkasbitung–Serang, sebelum dilanjutkan menuju Cilegon dan bermuara di Merak.

​Dukungan Pemerintah Kota Serang

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah cepat Pemprov Banten dalam menindaklanjuti inisiatif pengembangan kereta rel listrik (KRL) hingga wilayah Banten bagian barat. Menurutnya, penyusunan FS menjadi tahapan krusial untuk membawa usulan tersebut ke tingkat pusat.

​Peningkatan konektivitas kereta api tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi warga Kota Serang. Jika terealisasi, jalur ini akan membuat perjalanan dari Serang dan sekitarnya menuju Jakarta maupun kawasan Banten lainnya menjadi lebih terintegrasi.

​“Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi,” kata Budi.

​Ia berharap proses tersebut dapat berlanjut pada 2027 melalui Kemenhub, sesuai dengan komitmen yang telah dibangun. Budi juga mengungkapkan adanya rencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya sebagai bagian dari pengembangan konektivitas jalur tersebut.

​“Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana,” pungkasnya. (gla)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Semarak HKGB ke-74, Polda Banten Angkat Nilai Kebersamaan dan Peran Bhayangkari
Jangkau 7,2 Juta Warga, Pemprov Banten Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hingga Skrining TBC
Andra Soni Dorong ASN Hadirkan Nilai Pancasila dalam Keputusan dan Budaya Kerja
Ketua PAKSI-API Banten: Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Integritas Individu
Wagub Banten Dorong Penguatan UPZ BAZNAS untuk Optimalkan Pengelolaan ZIS
Tinawati Andra Soni: Perajin Banten Harus Perluas Pasar dan Tingkatkan Kualitas
Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Andra Soni Kenang Kiprahnya sebagai Kapolda Banten
Polda Banten Ringkus Pelaku Tambang Batu Bara Tanpa Izin di Kabupaten Lebak

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Elektrifikasi hingga Merak Didorong, Pemprov Banten Siapkan Studi Kelayakan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Semarak HKGB ke-74, Polda Banten Angkat Nilai Kebersamaan dan Peran Bhayangkari

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Jangkau 7,2 Juta Warga, Pemprov Banten Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hingga Skrining TBC

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Andra Soni Dorong ASN Hadirkan Nilai Pancasila dalam Keputusan dan Budaya Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Ketua PAKSI-API Banten: Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Integritas Individu

Berita Terbaru