Dugaan Keracunan MBG di Mlati – Sleman, Korban Bertambah Jadi 178 Siswa

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang siswa SMP Mlati yang mengalami dugaan keracunan MBG dibawa ke UPT Puskesmas Mlati. (Jawaraya)

Seorang siswa SMP Mlati yang mengalami dugaan keracunan MBG dibawa ke UPT Puskesmas Mlati. (Jawaraya)

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta — Jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman bertambah. Hingga Rabu (13/8/2025) sore, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat 178 anak di tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kapanewon Mlati mengalami gejala keracunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan ketiga sekolah tersebut adalah SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati. Penanganan dilakukan di Puskesmas Mlati I dan II, sementara sebagian siswa dirujuk ke RSUD Sleman.

Di SMP Muhammadiyah 1 Mlati, terdapat 58 siswa bergejala. “Tidak ada yang rawat inap. Dari 58 siswa bergejala, 15 menjalani rawat jalan,” kata Khamidah. Sementara itu, di SMP Muhammadiyah 3 Mlati dan SMP Pamungkas Mlati, tercatat 120 siswa bergejala. Dari jumlah tersebut, 80 menjalani rawat jalan dan tujuh siswa dirujuk ke rumah sakit.

Dinkes Sleman telah memberikan pengobatan awal serta melakukan pendataan melalui formulir daring. Tindak lanjut yang direncanakan meliputi pemeriksaan sampel makanan, muntahan, dan feses.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, menyebut dugaan keracunan muncul setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang disalurkan pada Selasa (12/8). Menu tersebut berasal dari penyedia jasa yang sama di wilayah Mlati. “SPPG wilayah Mlati itu bermitra, dan penyedianya sama,” ujar Mustadi. (ihd)

Berita Terkait

UMP Jambi 2026 Naik 7,3 Persen, Gubernur Tegaskan Wajib Dipatuhi Perusahaan
Tuntas dalam 5 Hari, Jembatan Gantung Tampang Muda Kini Kembali Bisa Dilintasi
Gunung Dempo di Pagaralam Jadi Lebih Tinggi dan Membesar dalam Sepekan
Muhammadiyah Apresiasi Polisi Amankan Demo di Pati Hingga Warga Kembali Beraktivitas Normal
Yogyakarta Raih Kota Layak Anak Kategori Utama, Bidik Kategori Paripurna 
Pemkot Yogya Ajak Warga dan OPD Hidupkan Produk Lokal Lewat Nglarisi
Reresik Malioboro, 400 Warga Turun Bersihkan Sumbu Filosofi Yogyakarta
KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Bupati Pati dalam Kasus Suap Proyek Kereta

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:30 WIB

UMP Jambi 2026 Naik 7,3 Persen, Gubernur Tegaskan Wajib Dipatuhi Perusahaan

Minggu, 28 September 2025 - 16:28 WIB

Tuntas dalam 5 Hari, Jembatan Gantung Tampang Muda Kini Kembali Bisa Dilintasi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 08:42 WIB

Gunung Dempo di Pagaralam Jadi Lebih Tinggi dan Membesar dalam Sepekan

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 16:36 WIB

Muhammadiyah Apresiasi Polisi Amankan Demo di Pati Hingga Warga Kembali Beraktivitas Normal

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:50 WIB

Yogyakarta Raih Kota Layak Anak Kategori Utama, Bidik Kategori Paripurna 

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB