Dugaan Intervensi Pj Wali Kota, Raker Komisi I DPRD Kota Bekasi Diwarnai Ketegangan

Kamis, 6 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Kota  Bekasi, Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPRD Kota Bekasi pada Kamis (6/6/2024) diwarnai ketegangan akibat ketidakhadiran 37 pejabat eselon III dan IV yang telah dirotasi dan dimutasi. Ketidakhadiran mereka, meskipun telah menerima undangan resmi dari Ketua DPRD Kota Bekasi Syaifuddaulah, memicu kecurigaan adanya intervensi dari Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Faisal, mengungkapkan kekecewaannya atas situasi ini. Ia menduga bahwa Pj Wali Kota telah menghalangi para pejabat untuk menghadiri rapat kerja tersebut. “Kami sangat kecewa hari ini. Pj Wali Kota seharusnya tidak mengintervensi kehadiran teman-teman, 37 orang yang sudah kami undang secara resmi. Kami berharap Pj memiliki itikad baik,” tegas Faisal.

Raker ini bertujuan untuk mendapatkan transparansi terkait proses rotasi dan mutasi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Faisal menekankan pentingnya memastikan bahwa semua aparatur sipil negara (ASN) memiliki kesempatan yang adil dalam jenjang karir mereka.

Faisal menegaskan bahwa Komisi I DPRD tidak mempersoalkan dasar hukum rotasi dan mutasi yang dilakukan. Namun, mereka ingin memastikan bahwa setiap ASN memiliki hak yang sama untuk berkembang dalam karir mereka berdasarkan profesionalitas dan kompetensi. “Kami minta agar Pj Wali Kota bisa memfasilitasi agar ASN memiliki jenjang karir yang baik, sesuai dengan profesionalitas dan kompetensi mereka,” lanjutnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, yang akrab disapa Enung, turut menyuarakan kekhawatirannya. Menurutnya, isu yang sedang dibahas bukan lagi tentang boleh atau tidaknya rotasi dan mutasi dilakukan, melainkan mengenai transparansi dan keadilan dalam proses tersebut.

Enung mempertanyakan kriteria yang digunakan dalam memutuskan rotasi dan mutasi ASN di Kota Bekasi. “Ini yang baik dirotasi, yang tidak baik juga dirotasi, jadi tolak ukurnya apa?” tanyanya dengan nada kritis.

Komisi I DPRD Kota Bekasi berharap Pj Wali Kota dapat menunjukkan itikad baik dengan memfasilitasi komunikasi yang lebih terbuka. Penting untuk memastikan bahwa proses rotasi dan mutasi dilakukan dengan adil dan transparan. Transparansi dan profesionalisme menjadi kunci dalam membangun pemerintahan yang lebih baik dan terpercaya di Kota Bekasi.(*)

Berita Terkait

UMKM Jadi Andalan Ekonomi, Harris Bobihoe Bahas Peluang Pasar Global Bersama BKSAP
Bahas Pendapatan Daerah, Harris Bobihoe Terima Kunjungan DPRD Kota Banjarbaru
Harris Bobihoe Serukan Kolaborasi untuk Mengakselerasi Program Pembangunan Kota Bekasi
Pelepasan Siswa SMPN 35, Harris Bobihoe Tekankan Pentingnya Pendidikan Lanjutan
Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Pancasila, Tekankan Implementasi Nilai Dasar Negara di Kota Bekasi
Sebanyak 344 Warga Bekasi Terima Bantuan Sosial dari Baznas
Penundaan Penutupan Perlintasan KA Pangeran Jayakarta Tunggu Keputusan Lanjutan
Harris Bobihoe Instruksikan Pengelolaan Limbah Kurban Dilakukan Secara Higienis

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:01 WIB

UMKM Jadi Andalan Ekonomi, Harris Bobihoe Bahas Peluang Pasar Global Bersama BKSAP

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:15 WIB

Bahas Pendapatan Daerah, Harris Bobihoe Terima Kunjungan DPRD Kota Banjarbaru

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:09 WIB

Harris Bobihoe Serukan Kolaborasi untuk Mengakselerasi Program Pembangunan Kota Bekasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:18 WIB

Pelepasan Siswa SMPN 35, Harris Bobihoe Tekankan Pentingnya Pendidikan Lanjutan

Senin, 1 Juni 2026 - 09:41 WIB

Abdul Harris Bobihoe Pimpin Upacara Pancasila, Tekankan Implementasi Nilai Dasar Negara di Kota Bekasi

Berita Terbaru

OPINI

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri.

Minggu, 7 Jun 2026 - 19:01 WIB