Dosen UMY Dampingi Penguatan Pokdarwis untuk Wujudkan Desa Wisata Berkelanjutan di Semoyo

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pendampingan penguatan Pokdarwis Semoyo oleh dosen IP UMY, Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP (berkaos merah)

pendampingan penguatan Pokdarwis Semoyo oleh dosen IP UMY, Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP (berkaos merah)

JENDELANUSANTARA.COM, Potensi wisata berbasis edukasi herbal yang dimiliki Kalurahan Semoyo, Gunungkidul, dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan. Namun, pengembangan potensi tersebut memerlukan penguatan kelembagaan agar pengelolaan wisata dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Melembagakan dan Mensinergikan Desa Wisata Berkelanjutan, Minggu (24/6) lalu di Kalurahan Semoyo, Gunung Kidul.

“Kalurahan Semoyo memiliki potensi yang cukup kuat di bidang wisata edukasi herbal. Di sana sudah terbentuk sentra jahe dan kunyit yang menjadi kekuatan lokal masyarakat. Potensi seperti ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Eko kepada Humas UMY, Jumat (29/5).

Meski demikian, pengembangan desa wisata di Semoyo sebelumnya menghadapi tantangan pada aspek kelembagaan. Lembaga yang mengelola sektor pariwisata sebenarnya telah terbentuk, tetapi keberadaannya tidak lagi berjalan aktif sehingga pengelolaan wisata mengalami stagnasi. Kondisi tersebut mendorong perlunya penyegaran organisasi hingga pembentukan ulang struktur pengurus desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Dalam program pengabdian ini, Eko bersama pemerintah kalurahan dan masyarakat membangun sinergi melalui pendampingan serta penguatan pemahaman terkait pentingnya kelembagaan dalam pengelolaan desa wisata. Penguatan organisasi dinilai menjadi fondasi penting agar pengembangan wisata tidak berjalan secara sporadis, tetapi memiliki arah dan keberlanjutan yang jelas.

“Desa wisata tidak cukup hanya memiliki potensi, tetapi juga membutuhkan lembaga yang mampu mengelola dan menggerakkan masyarakat. Karena itu, pendampingan ini difokuskan pada penguatan kelembagaan, mulai dari pemahaman tata kelola hingga pembentukan kembali Pokdarwis agar pengembangan wisata dapat berjalan lebih terstruktur,” jelasnya.

Pendampingan yang diberikan kepada masyarakat dilakukan melalui sosialisasi mengenai peraturan gubernur terbaru terkait kelembagaan desa wisata. Selain itu, tim pengabdian juga mendampingi proses pembentukan kembali Pokdarwis sebagai motor penggerak pengelolaan wisata di Kalurahan Semoyo. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 calon pengurus dan masyarakat yang nantinya akan terlibat dalam pengembangan desa wisata.

“Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bahkan mulai menyusun rencana pembentukan pengurus Pokdarwis baru dan mengidentifikasi potensi utama yang bisa dikembangkan dalam sektor wisata. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun desa wisata yang lebih hidup dan berkelanjutan,” pungkas Eko.

Melalui program pengabdian ini, Eko berharap Pokdarwis Kalurahan Semoyo dapat segera terbentuk dan berkembang menjadi penggerak utama desa wisata. Dengan kelembagaan yang lebih kuat serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah kalurahan, potensi wisata herbal yang dimiliki Semoyo diharapkan mampu berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Transformasi Digital di Condongcatur Kian Ngebut, SIDES Permudah Layanan Warga
Bantu Warga Kurang Mampu, Aksi Sosial Bedah Rumah Polri Diapresiasi STAK Yogyakarta
Penguatan Aksi Jadi Kunci, FISIPOL UWM Susun Program Kerja Satu Tahun ke Depan
Ketekunan Mengantar Sabrina Sapu Bersih TKAD dengan Nilai Maksimal
LAPMI HMI Yogyakarta Hadirkan Diskusi Strategis tentang Masa Depan Jurnalisme
ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Hadirkan Dialog Lintas Generasi dalam Perayaan Seni Terbesar di Yogyakarta
Winongo Art Festival 2026, Kemantren Ngampilan Angkat Potensi Sungai, Budaya, dan UMKM
Fakultas Hukum UWM Dorong Literasi Digital dan Peluang Beasiswa bagi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:42 WIB

Transformasi Digital di Condongcatur Kian Ngebut, SIDES Permudah Layanan Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:48 WIB

Bantu Warga Kurang Mampu, Aksi Sosial Bedah Rumah Polri Diapresiasi STAK Yogyakarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:36 WIB

Penguatan Aksi Jadi Kunci, FISIPOL UWM Susun Program Kerja Satu Tahun ke Depan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:04 WIB

Ketekunan Mengantar Sabrina Sapu Bersih TKAD dengan Nilai Maksimal

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:27 WIB

LAPMI HMI Yogyakarta Hadirkan Diskusi Strategis tentang Masa Depan Jurnalisme

Berita Terbaru