Doli Kurnia Bantah Isu Munaslub Golkar, Sebut Ada Upaya Memperkeruh Internal Partai

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Doli Kurnia Tandjung

Ahmad Doli Kurnia Tandjung

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Politikus senior sekaligus anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, membantah keras keterlibatan dirinya dalam isu penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang beredar melalui selebaran (flyer).

Dalam selebaran digital tersebut, Munaslub diisukan bakal digelar pada 29 November 2026.

Doli menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui asal-usul maupun penyebaran informasi tersebut. Ia menyatakan selalu memegang teguh prinsip konstitusional dan institusional dalam berorganisasi.
“Saya paham betul bahwa tata cara berorganisasi telah diatur sepenuhnya dalam AD/ART dan peraturan organisasi yang harus dipatuhi bersama. Secara institusional, saya sangat mengerti struktur, hierarki kewenangan, serta tanggung jawab dalam berpartai,” ujar Doli dalam keterangan tertulisnya.

Hubungan Baik dengan Bahlil Lahadalia

Ketua Komisi II DPR RI ini juga menepis kabar adanya keretakan di jajaran elite partai. Doli menekankan bahwa hubungannya dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berjalan sangat baik, harmonis, dan produktif. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Bahlil mengenai dinamika politik yang berkembang saat ini. Keduanya sepakat bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan politik pribadi.
“Kami menyadari bersama bahwa dalam situasi dan dinamika yang sedang dihadapi bangsa saat ini, pasti ada saja pihak yang berupaya memperkeruh suasana. Kami mendeteksi adanya pihak ‘komprador’ yang justru berasal dari internal kami sendiri,” tutur Doli.

Fokus Mengawal Pemerintahan

Doli meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengganggu soliditas Partai Golkar dengan agenda-agenda politik yang ia sebut sebagai “agenda kerdil”. Menurutnya, Partai Golkar saat ini tengah fokus mengejawantahkan komitmen untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara.

Ia juga menyoroti situasi nasional yang dinilainya sedang menghadapi tantangan serius, termasuk adanya indikasi gangguan terhadap stabilitas kepemimpinan nasional.
“Golkar harus berada di depan untuk menjaga dan mengawal Presiden sebagai bentuk komitmen konstitusional terhadap negara. Dan saya, sebagai kader Golkar, akan berada di garda terdepan untuk itu,” pungkasnya.(***)

Berita Terkait

Dosen Hukum Tata Negara Desak DPD RI Prakarsai Sidang Istimewa MPR Terkait Jabatan Gibran
Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan
Cikini Rock Rilis Single Perdana Great Expectation, Angkat Isu Fatherless dan Harapan terhadap Pemimpin
Wisuda ke-38 UNSURYA, Wisudawan Diingatkan Jaga Integritas dan Profesionalisme
Perkuat Pondasi Ekonomi Berkelanjutan, Lampung Siapkan Karpet Merah bagi Investor Potensial
Kawal Prabowo, SMSI Siapkan Masukan Kritis
Ame The Martian Bawa Cikini Rock Menjelajahi Grunge dan Alternative Rock
Bukan Sekadar Publikasi, Dony Indrawan Dorong Kolaborasi Korporasi dan Media Beri Manfaat Nyata

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:35 WIB

Doli Kurnia Bantah Isu Munaslub Golkar, Sebut Ada Upaya Memperkeruh Internal Partai

Jumat, 6 November 2026 - 13:26 WIB

Dosen Hukum Tata Negara Desak DPD RI Prakarsai Sidang Istimewa MPR Terkait Jabatan Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 10:32 WIB

Jagat Satwa Nusantara Berangkatkan Tujuh Merak Hijau ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk Dilepasliarkan

Kamis, 5 November 2026 - 15:35 WIB

Cikini Rock Rilis Single Perdana Great Expectation, Angkat Isu Fatherless dan Harapan terhadap Pemimpin

Kamis, 5 November 2026 - 11:16 WIB

Wisuda ke-38 UNSURYA, Wisudawan Diingatkan Jaga Integritas dan Profesionalisme

Berita Terbaru

Kegiatan kuliah umum FH UMY yang turut mengundang Guru Besar ITS, Prof. Nur Aini Rakhmawati, S.Kom., M.Sc.Eng., Ph.D

Yogyakarta

AI dan Masa Depan Hukum: FH UMY Dorong Kolaborasi Teknologi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 12:27 WIB