Bekasi Siagakan Pompa 18.000 m³/detik dan Kembangkan Sumur Resapan Atasi Banjir

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mendengarkan langsung keluhan warga terdampak.

Dalam keterangannya, Tri menjelaskan banjir dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu, khususnya pertemuan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas.

“Kalau ketinggian air di titik pertemuan Kali Cileungsi dan Cikeas atau P2C sudah menyentuh angka 500, itu sudah pasti air akan naik. Bahkan top level yang pernah kita alami bisa mencapai 750 sampai 850,” ujar Tri.

Ia menambahkan, pada kondisi ekstrem seperti tahun sebelumnya ketika tinggi muka air mencapai 850, dampak banjir jauh lebih besar dan meluas ke berbagai wilayah permukiman. Saat ini tercatat sekitar 80 rumah warga terdampak, khususnya yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Wali Kota juga menyoroti keberadaan bangunan yang berdiri di sempadan sungai yang turut memperparah risiko banjir. Hal tersebut, menurutnya, telah disepakati bersama warga untuk ditangani secara mandiri.

“Sudah ada kesepakatan dengan Pak RW dan warga bahwa pembongkaran akan dilakukan secara mandiri terlebih dahulu. Karena BBWS baru bisa masuk melakukan pembangunan jika lahan sudah clean and clear,” jelasnya.

Tri memastikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR masih mengalokasikan anggaran untuk penanganan Kali Bekasi, termasuk pembangunan pengamanan tebing sungai dengan metode sheet pile.

“Ke depan bentuknya bukan lagi bronjong. Sheet pile ini lebih rapi, lebih kuat, dan mampu menahan air dengan ketinggian yang lebih optimal,” ungkapnya.

Terkait kondisi banjir di Kota Bekasi secara umum, Tri menyebut air mulai berangsur surut seiring berhentinya hujan. Meski demikian, beberapa wilayah di sepanjang DAS seperti Kali Lengkak masih terdapat warga yang mengungsi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bekasi tetap menyiagakan sekitar 300 unit pompa air. Pompa yang sempat mengalami kerusakan juga telah diperbaiki dan langsung dibackup dengan pompa mobile milik BBWS.

“Saat ini kita operasikan empat unit pompa ditambah satu dari BBWS, dengan total kapasitas mencapai 18.000 meter kubik per detik,” terang Tri.

Selain pompa, Pemkot Bekasi terus mengembangkan inovasi pengendalian banjir melalui pembangunan sumur resapan dalam di wilayah cekungan. Saat ini, sumur telah mencapai kedalaman 40 meter dan akan dikembangkan hingga 60 meter.

“Kita sudah coba di Jatiasih dan Bekasi Jaya dan hasilnya cukup efektif. Ke depan akan kita mulai dari sekolah-sekolah,” katanya.

Tri juga menegaskan keberadaan polder tetap berperan penting dalam mengurangi dampak banjir, meskipun belum sepenuhnya mampu menahan debit air ekstrem.

“Polder itu bukan tidak berpengaruh, tapi sangat mengurangi. Kalau tidak ada polder, airnya akan ke mana-mana. Anomali hujan sembilan jam tanpa henti ini memang luar biasa,” tegasnya.

Terkait pembangunan polder baru, Pemkot Bekasi kini memprioritaskan kawasan Unisma setelah mendapat dukungan dari pihak Muhammadiyah.

“Manfaat polder bukan hanya untuk pengendalian banjir, tapi juga sebagai cadangan air, ruang terbuka hijau, dan sarana rekreasi warga,” pungkas Tri Adhianto.(Ls)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Banjir Kota Bekasi Belum Terurai, DPRD Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan Polder 
Wali Kota Bekasi: ASN WFA, Pelayanan Publik Tetap Prioritas!
Kota Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, DPRD Soroti Drainase Bantargebang
DPRD Kota Bekasi Soroti WFH, Pengawasan Diperketat agar Tak Jadi ‘Libur Terselubung’
Tri Adhianto Pastikan Kinerja ASN Tetap Maksimal Meski Terapkan Work From Anywhere
Pendatang di Kota Bekasi Meningkat Pasca-Lebaran, DPRD Ingatkan Pentingnya KTP dan Kesiapan Diri
Sampah Menumpuk di Bahu Jalan, DPRD Kota Bekasi Desak Solusi Cepat TPST Bantargebang
Listyo Sigit Prabowo Tekankan Kesiapan Pengamanan, Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:47 WIB

Banjir Kota Bekasi Belum Terurai, DPRD Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan Polder 

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:30 WIB

Wali Kota Bekasi: ASN WFA, Pelayanan Publik Tetap Prioritas!

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:07 WIB

Kota Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, DPRD Soroti Drainase Bantargebang

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:33 WIB

DPRD Kota Bekasi Soroti WFH, Pengawasan Diperketat agar Tak Jadi ‘Libur Terselubung’

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:06 WIB

Tri Adhianto Pastikan Kinerja ASN Tetap Maksimal Meski Terapkan Work From Anywhere

Berita Terbaru

Yogyakarta

Krista Exhibitions Buka 2026 dengan Jogja Food Expo

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:32 WIB