AS Cabut Sanksi atas Suriah, Isyarat Trump Menjauh dari Israel

Jumat, 16 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut sanksi terhadap Suriah dinilai sebagai langkah strategis untuk menjauhkan diri dari pengaruh Israel sekaligus menghidupkan kembali hubungan erat dengan Arab Saudi. Langkah ini juga disebut sebagai sinyal bahwa Washington tengah mencari pola baru keterlibatannya di Timur Tengah, termasuk kemungkinan menjadikan Damaskus sebagai mitra baru di kawasan.

Peter Ford, mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, menilai keputusan ini bukan sekadar soal hubungan bilateral AS-Suriah, melainkan refleksi dari dinamika kekuasaan antara Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

“Trump ingin menunjukkan bahwa ia tidak tunduk sepenuhnya pada Netanyahu. Suriah, sebagai satu-satunya negara Arab yang masih berpotensi menahan ekspansi Israel, kini menjadi bagian dari permainan geopolitik baru,” ujar Ford, Jumat (15/5/2025).

Menurut Ford, kemunculan MBS mendampingi Trump saat pengumuman pencabutan sanksi menunjukkan bahwa keputusan ini juga merupakan bagian dari rekonsolidasi hubungan AS-Arab Saudi yang sempat renggang selama masa kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Protektorat Baru

Ford memperkirakan keterbukaan Trump terhadap Damaskus bisa berkembang menjadi bentuk protektorat baru, mirip hubungan AS-Yordania. “Jika ini terjadi, Israel harus meninjau ulang pendekatannya, termasuk mengakhiri serangan ke wilayah Suriah dan mempertimbangkan untuk mengembalikan wilayah yang selama ini mereka duduki,” ujarnya.

Ia juga menilai pemulihan hubungan Washington-Damaskus bisa berlangsung cepat, terutama jika ada peralihan kekuasaan di Suriah dari Bashar Al-Assad ke kepemimpinan baru yang lebih terbuka terhadap kerja sama dengan AS.

Pertimbangan Militer dan Iran

Meski demikian, Ford mengingatkan bahwa kehadiran militer AS di Suriah masih menjadi batu sandungan dalam proses normalisasi hubungan. Penarikan pasukan, menurut dia, akan menjadi langkah logis dan strategis yang bisa membuka ruang bagi dialog lebih luas, termasuk dengan Iran.

“Ketegangan dengan Iran dapat diredam jika kehadiran militer AS di Suriah dikurangi. Ini juga bisa menjadi insentif dalam negosiasi nuklir yang kini memasuki tahap krusial,” tuturnya.

Pertemuan Puncak

Langkah pencabutan sanksi disampaikan Trump saat menghadiri Forum Investasi AS-Arab Saudi di Riyadh, Selasa. Sehari kemudian, Trump bertemu dengan pemimpin baru Suriah, Ahmed Al-Sharaa, bersama MBS dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam pertemuan itu, Trump mendorong Al-Sharaa untuk mendukung Perjanjian Abraham, sebuah inisiatif normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel.

Usai pertemuan, Trump memuji Al-Sharaa sebagai sosok muda yang “menarik” dan “tangguh”. Pernyataan ini dinilai sebagai upaya membuka halaman baru dalam relasi Washington-Damaskus, sekaligus memperlihatkan keinginan Trump untuk mencetak warisan diplomatik baru di kawasan. (Sputnik)

Berita Terkait

Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI
Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan
Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat
DPRD Kota Bekasi Desak Klarifikasi Jakarta Usai Longsor Maut di TPST Bantargebang
Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset
Komisi III DPR Geregetan atas Lambannya Polisi Tangani Pengeroyokan Mahasiswa Undip
IGTKI Lampung Gelar Pengajian Akbar, Perkuat Komitmen Pendidikan Anak Usia Dini
Wamendagri Bima Arya Usulkan “Rumah Inovasi Daerah” untuk Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Multipihak

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:19 WIB

Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:17 WIB

Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:58 WIB

Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat

Senin, 9 Maret 2026 - 22:07 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Klarifikasi Jakarta Usai Longsor Maut di TPST Bantargebang

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:05 WIB

Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset

Berita Terbaru

Yogyakarta

Krista Exhibitions Buka 2026 dengan Jogja Food Expo

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:32 WIB