Apel HSN 2025: Spirit Nasionalisme Santri Gema di Lapangan Paseban Bantul

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bantul – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren memenuhi Lapangan Paseban Bantul dalam Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2025 bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

‎Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul, Prof. Dr. K.H. Riyanta, M.Hum, menegaskan bahwa santri adalah benteng moral dan penjaga kedaulatan bangsa.

‎“Santri bukan hanya pejuang spiritual, tapi juga penggerak kemajuan negeri,” ujarnya berapi-api.

‎Kegiatan bertajuk “Santri Bumi Satriya Gumregah” ini dihadiri Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, jajaran Forkopimda, serta sekitar 5.000 peserta dari kalangan santri, ulama, dan kader NU.

‎Dalam amanatnya, K.H. Riyanta mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama menjaga persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan.

‎“Kita rawat amanah kemerdekaan ini dengan ilmu, akhlak, dan cinta tanah air yang tulus,” tegasnya.

‎Suasana semakin khidmat ketika para santri mengumandangkan Ikrar Santri yang meneguhkan komitmen menjaga Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

‎Lagu Syubbanul Wathan menggema, menggetarkan lapangan dan menegaskan semangat resolusi jihad.

‎“Cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan santri siap menjaga keutuhan bangsa,” teriak para peserta dengan penuh semangat.

‎Menurut laporan Kodim 0729/Bantul, kegiatan berjalan aman dan kondusif.

‎Apel ini dinilai mempererat ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah, serta memperkuat posisi santri sebagai agen perubahan sosial.

‎“HSN bukan sekadar seremonial, tapi momentum kebangkitan moral bangsa,” ujar salah satu peserta, Rifqi Nur Fauzi.

‎“Dari pesantren, kami siap menjaga Indonesia menuju peradaban yang mulia.”

(waw)

Berita Terkait

Pimpin Muaythai Kota Yogyakarta 2026-2030, Eka Saputra Prioritaskan Pembinaan Atlet Lokal
Kejari Yogyakarta Targetkan Pelimpahan Cepat Kasus Dugaan Kekerasan dan Penelantaran Anak
Piala Dunia Perkuat Identitas Kolektif dan Rasa Kebersamaan Masyarakat
UKM Taekwondo UMY Harumkan Nama Kampus di Ajang Internasional GTIC II 2026
Sulit Menabung Bukan Karena Gaji Kecil, tetapi Pola Kelola Keuangan
STAK Yogyakarta Resmi Bubarkan FJD dan Bentuk Divisi Baru
Pria di Yogyakarta Tewas Terjatuh dari Pohon Nangka Saat Cari Pakan Ternak
Depok Ajak Masyarakat Berperan Aktif dalam Evaluasi Pelayanan Publik

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:41 WIB

Pimpin Muaythai Kota Yogyakarta 2026-2030, Eka Saputra Prioritaskan Pembinaan Atlet Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:17 WIB

Kejari Yogyakarta Targetkan Pelimpahan Cepat Kasus Dugaan Kekerasan dan Penelantaran Anak

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:47 WIB

UKM Taekwondo UMY Harumkan Nama Kampus di Ajang Internasional GTIC II 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Sulit Menabung Bukan Karena Gaji Kecil, tetapi Pola Kelola Keuangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:18 WIB

STAK Yogyakarta Resmi Bubarkan FJD dan Bentuk Divisi Baru

Berita Terbaru