JENDELANUSANTARA.COM, Banten – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., menilai Madrasah Light Competition (MLC) 2026 menghadirkan inovasi dalam pembinaan siswa madrasah melalui perpaduan kompetisi seni, olahraga, dan keagamaan.
Menurutnya, salah satu cabang perlombaan yang menjadi keunggulan MLC tahun ini lomba menghafal Al-Qur’an beserta terjemahannya. Konsep tersebut dinilai berbeda dari kompetisi tahfiz pada umumnya yang hanya berfokus pada hafalan ayat.
“Biasanya peserta hanya menghafal Al-Qur’an. Di MLC ini mereka juga menghafal terjemahannya, sehingga tidak hanya hafal ayat, tetapi juga memahami maknanya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Amrullah kepada wartawan Senin, (27/7/2026).
Ia menyebutkan, MLC 2026 diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai madrasah di Provinsi Banten. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme madrasah terhadap ajang yang memadukan pengembangan akademik, karakter, seni, olahraga dan keagamaan.
Amrullah berharap penyelenggaraan MLC pada tahun mendatang dapat dipersiapkan lebih matang agar kualitas pelaksanaan terus meningkat. Ia menjelaskan, persiapan MLC 2026 dilakukan selama kurang lebih dua bulan.
Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan MLC bukan sekadar melahirkan juara, melainkan membentuk generasi madrasah yang sehat jasmani dan rohani, berkarakter, serta memiliki kecerdasan yang utuh.
“Kita ingin melahirkan generasi yang sehat, maju, kuat, dan cerdas. Mereka harus memiliki IQ (Intellegence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiriitual Quotient / Social Quotient), agar mampu menghadapi tantangan di masa depan,” cetusnya.
“Ia berharap MLC dapat menjadi agenda pembinaan madrasah yang terus berkembang dan melahirkan peserta didik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,”tuturnya.
(Yuyi Rohmatunisa)














