AMPHIBI Dukung PT KINRA Wujudkan KEK Sei Mangkei sebagai Kawasan Industri Hijau

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Batu Bara — Sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penguatan sinergi dalam pengawasan dan perlindungan lingkungan hidup, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) Kabupaten Batu Bara lakukan audiensi dengan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) Sei Mangkei Kab. Batubara Prov. Sumatera Utara pada,(03/02/2026).

PT KINRA yang merupakan anak perusahaan dari PTPN III (Persero) memiliki peran strategis dalam mengelola dan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Perusahaan ini bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur serta kawasan industri agar berjalan sesuai standar lingkungan, berkelanjutan, dan efisien, sejalan dengan visi pembangunan industri hijau di Sumatera Utara.

Kedatangan pengurus Amphibi Kabupaten Batu Bara yang dipimpin oleh Ketua Aidil Syukri, ST, didampingi Sekretaris Muhammad Rudi Juanda, SH, MH, serta Penasihat Abdullah Sembiring, S.Sos, bersama sejumlah pemerhati lingkungan lainnya, disambut hangat oleh Manajer Humas PT KINRA Miswarindra didampingi Windi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Amphibi Aidil Syukri, ST memaparkan visi dan misi lembaga Amphibi sebagai organisasi sosial kontrol yang fokus pada pengawasan, edukasi, serta advokasi lingkungan hidup dan pengelolaan sampah, limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (B3).
Aidil Syukribjuga menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilakukan Amphibi, mulai dari Aksi Penghijauan, solusi pengelolaan sampah, pemantauan lingkungan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga upaya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Amphibi Kabupaten Batu Bara menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan dan langkah strategis PT KINRA dalam mewujudkan KEK Sei Mangkei sebagai “Green Economic Zone” di Sumatera Utara. Menurut Amphibi, konsep kawasan industri hijau menjadi solusi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tetap selaras dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Humas PT KINRA, Miswarindra, menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya atas maksud serta tujuan audiensi Amphibi.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan pihak ketiga, khususnya lembaga pemerhati lingkungan, sangat dibutuhkan.

“Dalam pengelolaan kawasan tentu ada hal-hal yang mungkin luput dari perhatian internal. Kami berharap pihak-pihak di luar kawasan seperti Amphibi, dapat melihat, mengingatkan dan memberikan masukan konstruktif demi pembenahan dan perbaikan lingkungan hidup ke depan,” ujar Miswarindra.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan, mencerminkan komitmen bersama antara PT KINRA dan Amphibi untuk membangun sinergi positif dalam mewujudkan tata kelola kawasan industri yang ramah lingkungan.

Miswarindra juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal terjalinnya sinergitas dan kerja sama yang berkelanjutan antara Lembaga Amphibi dan PT KINRA.

Ia juga berharap sinergi tersebut tidak hanya memperkuat pengawasan dan pengelolaan lingkungan di KEK Sei Mangkei kab.batu bara, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan hidup serta masyarakat di sekitar kawasan industri, “tutup Miswarindra.(*)

Berita Terkait

KPH Wilayah I Stabat Apresiasi Kesadaran Warga Serahkan Lahan di Kawasan Hutan Lindung
Desak Evaluasi Dapur MBG, Maruli: Jangan Perlakukan Pekerja Seperti Tak Punya Hak
DPRD Samosir Disorot karena Belum Tanggapi Permintaan RDP soal Pelayanan RSUD Hadrianus Sinaga
Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Enam Unit Excavator Diserahkan ke Pihak Berwenang
Gerindra Sumut Targetkan 1.000 Paket Takjil Harian di Seluruh DPC
Pendirian Rumah Tahfiz di Serambi Babussalam Simalungun Diharapkan Bangun Peradaban
Adaptif terhadap Regulasi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Dorong Transformasi Layanan PT Sri Pamela Medika Nusantara
Peran Historis Kebun Batangtoru di Bawah Holding Perkebunan Nusantara

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 22:13 WIB

KPH Wilayah I Stabat Apresiasi Kesadaran Warga Serahkan Lahan di Kawasan Hutan Lindung

Selasa, 14 April 2026 - 12:48 WIB

Desak Evaluasi Dapur MBG, Maruli: Jangan Perlakukan Pekerja Seperti Tak Punya Hak

Senin, 16 Maret 2026 - 20:07 WIB

DPRD Samosir Disorot karena Belum Tanggapi Permintaan RDP soal Pelayanan RSUD Hadrianus Sinaga

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:56 WIB

Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Enam Unit Excavator Diserahkan ke Pihak Berwenang

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:29 WIB

Gerindra Sumut Targetkan 1.000 Paket Takjil Harian di Seluruh DPC

Berita Terbaru