Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Manggarai Timur – Keterbatasan air bersih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam proses pemulihan pascabencana. Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Tim Aksara Peduli menyiapkan teknologi penjernihan air portabel yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari program Aksara Peduli 2026 yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini diarahkan untuk mendampingi pemulihan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Ketua Tim Aksara Peduli UMY, Dr. Al Afik, Ns, M.Kep., mengatakan bahwa ketersediaan air bersih menjadi perhatian dalam penyusunan program pengabdian di Pota. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup dilakukan melalui bantuan sementara, tetapi juga membutuhkan solusi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Karena ini pascabencana, salah satu problemnya adalah air bersih. Di sini air bersihnya sangat minim, sehingga kita berupaya untuk mencari sumbernya yang bagus, kemudian dilakukan penjernihan air,” ujar Afik saat diwawancarai pada Kamis (5/11/2026).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim menyiapkan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat penjernih air sederhana yang bersifat portabel. Teknologi ini direncanakan untuk membantu pengolahan air dari sumber yang tersedia agar dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

Siapkan Teknologi Penjernihan Air Portabel

Afik menjelaskan bahwa rencana pengembangan teknologi penjernihan air berangkat dari persoalan keterbatasan air bersih yang ditemukan di wilayah Pota.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi sumber air yang memadai, kemudian menyiapkan proses pengolahan dengan teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tim juga mempertimbangkan kemungkinan pemanfaatan fasilitas pengolahan air untuk mendukung kegiatan produktif.

Salah satu gagasan yang tengah dijajaki adalah pengembangan fasilitas pengolahan air di lingkungan SMK Muhammadiyah Manggarai Timur dan pondok pesantren setempat.

Kedua lembaga pendidikan tersebut dipandang memiliki potensi untuk menjadi bagian dari pengembangan fasilitas yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan maupun masyarakat sekitar.

Afik menjelaskan bahwa fasilitas pengolahan air berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi sederhana yang dapat membantu pembiayaan operasional dan pemeliharaan.

Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah penyediaan air siap minum melalui sistem pengelolaan yang melibatkan kontribusi pengguna untuk mendukung kebutuhan operasional, termasuk biaya listrik.

Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama mengenai kesiapan sumber air, kualitas hasil pengolahan, kebutuhan sarana pendukung, dan sistem pengelolaannya.

Dorong Bantuan Pascabencana Menjadi Program Pemberdayaan

Bagi Tim Aksara Peduli UMY, pengembangan teknologi tepat guna merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat setelah bencana.

Afik menekankan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada penyaluran bantuan atau pelaksanaan kegiatan jangka pendek. Masyarakat juga perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu memanfaatkan serta mengembangkan teknologi yang diperkenalkan.

“Kami berharap mereka tidak hanya menadahkan tangan menerima uluran, tetapi bisa bergerak dengan sendirinya dengan prototipe atau dengan ilmu-ilmu yang sudah kita berikan,” katanya.

Menurutnya, pendekatan pemberdayaan diperlukan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola potensi dan memenuhi kebutuhannya secara lebih mandiri.

Selain persoalan air bersih, Tim Aksara Peduli UMY juga mengidentifikasi peluang pengembangan sektor pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Potensi sumber daya alam di Pota dinilai dapat dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan teknologi dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan setempat.

Dukungan Masyarakat Jadi Modal Pengembangan Program

Pelaksanaan program Aksara Peduli UMY mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat di Pota. Afik menyebut komunikasi dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta unsur Persyarikatan Muhammadiyah berjalan dengan baik.

Hubungan tersebut turut didukung oleh pengalaman pengabdian UMY sebelumnya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Manggarai Timur.

Menurut Afik, kehadiran mahasiswa UMY dalam kegiatan terdahulu telah membantu membangun hubungan positif antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Ketika rencana program Aksara Peduli disampaikan, sejumlah pihak menyambut baik dan menyatakan dukungan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi tim untuk memperluas kerja sama sekaligus memastikan program yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keterlibatan berbagai unsur juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program, terutama dalam pengelolaan fasilitas dan pendampingan setelah kegiatan pengabdian selesai.

Warga Berharap Pota Menjadi Wilayah Binaan UMY

Harapan terhadap keberlanjutan pendampingan juga disampaikan sejumlah tokoh masyarakat kepada Tim Aksara Peduli UMY.

Afik mengungkapkan adanya keinginan agar Pota dapat dikembangkan menjadi wilayah binaan perguruan tinggi, sehingga kerja sama tidak hanya berlangsung selama program pemulihan pascabencana.

“Desa Pota ini ingin menjadi desa binaan. Nanti akan bersinergi untuk bisa secara berkelanjutan. Desa Pota kemudian SMK Muhammadiyah Manggarai Timur binaan dari kampus UMY,” jelasnya.

Menurut Afik, gagasan tersebut membuka peluang kerja sama melalui program pengabdian dosen, penelitian, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKN.

Pendampingan berkelanjutan dapat diarahkan pada berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pertanian, peternakan, pendidikan, hingga pengembangan teknologi tepat guna.

Di sisi lain, tantangan geografis Pota juga menjadi perhatian. Jarak dan akses perjalanan yang tidak mudah perlu dipertimbangkan dalam perencanaan program agar pendampingan dapat berjalan secara efektif.

Afik menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

“Kami menjadi pendamping dari rehabilitasi rekonstruksi di daerah Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, yang memiliki potensi pertanian yang luar biasa,” ujarnya.

Melalui program Aksara Peduli, UMY berharap rencana pengembangan teknologi penjernihan air dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Pakar UMY Usul PPN Pembalut Dihapus, Tawarkan 5 Langkah Pajak Berkeadilan Gender
UMY Siapkan Dana Publikasi Jurnal Scopus Q1–Q2, Biaya hingga US$2.000
Bantu Petani NTT Pascabencana, UMY Kenalkan Pengering Gabah Tenaga Surya dan Vertikultur
Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Tetapkan Mantan Pegawai Bank sebagai Tersangka Korupsi Rp6,74 Miliar
Hasto Wardoyo Bawa Pemerintah Kota Yogyakarta Raih Penghargaan Nasional, Ini Inovasi Digitalnya
Herda KARNAMEREKA Hadirkan DEEP OCEAN, Eksplorasi Emosional Lewat EP ‘Silent Parade’
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Guru Besar Hukum UMY Soroti Penyalahgunaan Kekuasaan
Jejaring Riset Internasional UMY Menguat di QS Asia 2027, MoU Harus Berujung Kolaborasi Nyata

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:46 WIB

Pakar UMY Usul PPN Pembalut Dihapus, Tawarkan 5 Langkah Pajak Berkeadilan Gender

Jumat, 6 November 2026 - 14:24 WIB

UMY Siapkan Dana Publikasi Jurnal Scopus Q1–Q2, Biaya hingga US$2.000

Jumat, 6 November 2026 - 13:28 WIB

Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air

Jumat, 6 November 2026 - 08:57 WIB

Bantu Petani NTT Pascabencana, UMY Kenalkan Pengering Gabah Tenaga Surya dan Vertikultur

Kamis, 5 November 2026 - 20:21 WIB

Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Tetapkan Mantan Pegawai Bank sebagai Tersangka Korupsi Rp6,74 Miliar

Berita Terbaru