JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pelatih tim nasional Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan timnya tidak akan terpaku pada upaya meredam Mohamed Salah atau Omar Marmoush saat menghadapi Mesir. Menurut Broos, pendekatan berbasis kekuatan kolektif menjadi kunci untuk menghadapi tim yang dinilainya memiliki kedalaman skuad merata.
Afrika Selatan dijadwalkan bertemu Mesir pada laga Grup B Piala Afrika 2025 di Stadion Ardar, Maroko, Jumat (22.00 WIB). Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan dan pertemuan ini diprediksi akan menentukan peta persaingan di grup.
“Kami tidak fokus pada siapa pun. Yang terpenting adalah tim,” ujar Broos, seperti dikutip ESPN, Jumat. Ia mengakui kualitas individu Mesir, termasuk Salah, Marmoush, dan Trezeguet, tetapi menilai terlalu berisiko bila perhatian hanya tertuju pada satu atau dua pemain.
Mesir membuka kiprahnya di Piala Afrika 2025 dengan kemenangan 2-1 atas Zimbabwe pada 23 Desember. Omar Marmoush, penyerang Manchester City, mencetak gol penyama kedudukan sebelum Mohamed Salah memastikan kemenangan The Pharaohs.
Afrika Selatan juga meraih hasil serupa pada laga perdana Grup B. Gol spektakuler Lyle Foster menjadi penentu kemenangan Bafana Bafana atas Angola dengan skor 2-1.
Broos menegaskan tidak akan menyiapkan skema khusus untuk membatasi pergerakan Salah atau Marmoush. Pelatih asal Belgia itu lebih menekankan pada penerapan kualitas permainan timnya sendiri dan pemanfaatan para pemain yang selama ini menjadi andalan.
“Kami harus membuat Mesir berada dalam situasi sulit. Itu hanya bisa dilakukan bila kami memainkan kualitas kami sendiri,” kata Broos, yang pernah membawa Kamerun menjuarai Piala Afrika 2017 setelah mengalahkan Mesir pada partai final.
Pertemuan terakhir Mesir dan Afrika Selatan di Piala Afrika terjadi pada 2019. Saat itu, Afrika Selatan secara mengejutkan menyingkirkan tuan rumah Mesir 1-0 pada babak 16 besar. Hasil tersebut menjadi modal psikologis bagi Bafana Bafana menjelang laga krusial di Grup B Piala Afrika 2025. (ihd)














