Mendagri Tito Karnavian Tekankan Sinergi BNPP dan BPS untuk Penyaluran RTLH Tepat Sasaran

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) membahas persiapan program perumahan di wilayah perbatasan. Pembahasan ini dilakukan bersama Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman dan jajaran BNPP di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dalam arahannya, Mendagri mengimbau jajaran BNPP agar memanfaatkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digagas oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang menyasar kawasan perbatasan. Ia menyebutkan bahwa Kementerian PKP telah menganggarkan perbaikan 15.000 unit RTLH di daerah perbatasan.

“Ini [Menteri PKP] Pak Ara, sudah menyampaikan 15.000, tadinya 10.000, ini [dinaikkan menjadi] 15.000. Kemudian, tugas daripada BNPP, ini saya minta, tangkap betul program ini. Ini betul-betul kerjakan dengan hati,” jelasnya.

Mendagri menugaskan BNPP agar memetakan daerah perbatasan yang layak menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut, termasuk jumlah unit di masing-masing wilayah. Sementara itu, untuk data detail masyarakat penerima program, BNPP dapat berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebab, kata Mendagri, BPS telah mengantongi data detail kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk yang tinggal di RTLH. Dengan demikian, pelaksanaan program tersebut dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kriteria penerima. “Karena [BPS] sudah melakukan survei, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendagri meyakini program tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan, sehingga dapat memperkuat nasionalisme. Dengan demikian, mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di daerah perbatasan. “Nasionalisme, mereka akan timbul. Itu [akan menjadi] buffer zone untuk pertahanan,” jelasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Eliminasi TBC Ditargetkan Tuntas, Lampung Perkuat Aksi dan Kolaborasi Daerah
Pemkot Bandar Lampung Dinilai Siap Percepat Penanggulangan TBC
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Soliditas Pemda Jatim, Dorong Pembangunan Merata
Wamendagri Ribka Haluk: Dana Otsus Papua Instrumen Percepatan Pembangunan Daerah
Pemkot Palembang Siap Operasikan PSEL, Wamendagri Bima Arya Sebut Langkah Strategis
Perkuat Perlindungan Anak, Kemenag Dorong Bimbingan Pascanikah di KUA
Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi Pascabencana Sumatera Terus Disalurkan Secara Luas
Raker Komisi II DPR RI Soroti Optimalisasi Dana Otsus Papua, Aceh, dan Danais DIY

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Eliminasi TBC Ditargetkan Tuntas, Lampung Perkuat Aksi dan Kolaborasi Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 08:24 WIB

Pemkot Bandar Lampung Dinilai Siap Percepat Penanggulangan TBC

Rabu, 15 April 2026 - 08:15 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Soliditas Pemda Jatim, Dorong Pembangunan Merata

Rabu, 15 April 2026 - 08:08 WIB

Wamendagri Ribka Haluk: Dana Otsus Papua Instrumen Percepatan Pembangunan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 08:01 WIB

Pemkot Palembang Siap Operasikan PSEL, Wamendagri Bima Arya Sebut Langkah Strategis

Berita Terbaru