JENDELANUSANTARA.COM, Bandar Lampung — Momentum Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK PLP) untuk memperkuat jejaring sosial sekaligus mengonsolidasikan peran diaspora dalam pembangunan daerah. Kegiatan yang digelar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu (29/3/2026), dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bertindak sebagai tuan rumah bersama jajaran pemerintah daerah. Hadir pula Ketua Umum FK PLP Zulkifli Hasan serta Dewan Pembina FK PLP Aburizal Bakrie, bersama ratusan tokoh masyarakat Lampung dari berbagai wilayah.
Acara ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga forum strategis untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Lampung di perantauan. FK PLP sendiri sejak berdiri pada 2016 menjadi wadah konsolidasi diaspora Lampung yang tersebar di berbagai kota besar, khususnya Jakarta.
Perantau sebagai Kekuatan Pembangunan
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya persatuan lintas kelompok sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk diaspora, untuk meninggalkan sekat-sekat sosial dan memperkuat kolaborasi.
Menurut dia, perantau memiliki modal strategis berupa jejaring, pengalaman, dan akses ekonomi yang dapat dikonversi menjadi kekuatan pembangunan di daerah asal. “Perantau tidak pernah memutuskan akar. Dari tanah rantau lahir banyak kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah sektor unggulan Lampung yang berpotensi dikembangkan melalui sinergi tersebut, antara lain pertanian, industri hilir, dan pariwisata. Lampung selama ini masih bertumpu pada komoditas seperti singkong, padi, dan jagung, yang nilainya sangat bergantung pada fluktuasi pasar.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tengah mendorong hilirisasi industri agar nilai tambah komoditas tidak keluar dari daerah. Selain itu, sektor pariwisata dipandang sebagai mesin pertumbuhan baru yang mampu menarik investasi sekaligus membuka lapangan kerja.
Tantangan SDM dan Infrastruktur
Di sisi lain, Gubernur mengungkapkan tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Lampung. Setiap tahun terdapat sekitar 120.000 lulusan SMA, namun hanya sekitar 30.000 yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi di dalam daerah.
Kesenjangan ini, menurut dia, harus dijawab melalui peningkatan akses pendidikan serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan perantau yang telah sukses di berbagai bidang.
Selain SDM, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Oleh karena itu, dukungan jejaring nasional dan investasi dari diaspora dinilai penting untuk mempercepat pembangunan.
Konsolidasi Elit dan Arah Kebijakan
Ketua Umum FK PLP Zulkifli Hasan menilai forum silaturahmi ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat Lampung di luar daerah. Kehadiran tokoh nasional seperti Aburizal Bakrie juga mencerminkan kuatnya jejaring Lampung di tingkat nasional.
Sementara itu, Aburizal Bakrie menekankan pentingnya persaudaraan sebagai modal sosial. Ia berharap sinergi tokoh-tokoh Lampung dapat menjadi motor penggerak kemajuan tidak hanya bagi provinsi, tetapi juga kawasan Sumatera bagian selatan.
Silaturahmi sebagai Agenda Strategis
Halal Bihalal ini menjadi titik temu antara tradisi kultural dan agenda pembangunan. Selain mempererat hubungan emosional, kegiatan ini juga mempertegas peran diaspora sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Dengan mengonsolidasikan kekuatan perantau, Pemerintah Provinsi Lampung berharap tercipta ekosistem pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Momentum Idul Fitri pun tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang merumuskan masa depan bersama bagi “Sai Bumi Ruwa Jurai”. (ihd)














