Tolak Gencatan Senjata, Iran Ingin Ajari Keras Musuh agar Tak Serang lagi

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tidak meminta gencatan senjata maupun negosiasi dengan Washington. (Jennus)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tidak meminta gencatan senjata maupun negosiasi dengan Washington. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Teheran — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat ketika konflik militer kedua negara memasuki pekan ketiga. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tidak meminta gencatan senjata maupun negosiasi dengan Washington.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran yang kemudian beredar luas di media sosial, termasuk di platform X (Twitter). Dalam potongan video berdurasi sekitar 41 detik yang diunggah akun @BRICSinfo pada 16 Maret 2026 malam waktu Indonesia Barat, Araghchi menjawab tegas pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan penghentian konflik.

“Karena kami ingin mengajarkan pelajaran yang begitu keras sehingga musuh tidak pernah terpikir lagi untuk menyerang Iran,” ujar Araghchi.

Video tersebut segera menarik perhatian publik internasional. Tayangan itu telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu beragam respons di media sosial—mulai dari dukungan terhadap sikap keras Teheran hingga kritik yang menilai Iran sedang berada dalam tekanan militer besar.

Konflik Memanas Sejak Akhir Februari

Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat bersama Israel bermula pada 28 Februari 2026. Saat itu, Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran.

Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Peristiwa itu kemudian memicu serangan balasan dari Teheran berupa peluncuran rudal dan drone ke berbagai target militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel.

Hingga Selasa (17/3/2026), pertempuran masih berlangsung sengit. Amerika Serikat dan Israel terus menargetkan fasilitas produksi rudal, sistem pertahanan udara, serta kawasan industri yang dianggap mendukung kekuatan militer Iran.

Sebaliknya, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di kawasan Teluk Persia, termasuk wilayah yang berdekatan dengan Uni Emirat Arab.

Teheran juga mengancam akan menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz bagi kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara sekutunya—langkah yang berpotensi mengganggu distribusi energi global.

Menolak Klaim Washington

Araghchi menegaskan perang yang terjadi saat ini harus berakhir secara permanen dengan cara yang membuat lawan tidak lagi berani menyerang Iran di masa depan.

Ia juga membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut Iran tengah mencari jalan menuju kesepakatan damai.

Menurut Araghchi, klaim tersebut tidak mencerminkan posisi resmi pemerintah Iran yang hingga kini memilih melanjutkan perlawanan militer.

Sikap keras Teheran ini menunjukkan bahwa konflik yang sudah memasuki pekan ketiga tersebut masih jauh dari tanda-tanda mereda. (ihd)

Berita Terkait

Jadi Skondan Bosnya dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji, Gus Alex Susul Yaqut Ditahan KPK
Puncak Mudik 18 Maret, Korlantas Berlakukan Jalan Satu Arah secara Nasional
Diduga Gadaikan Mobil Fiktif, HS Dilaporkan ke Polres Metro Depok
Polisi Telusuri 86 CCTV, Empat Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Teridentifikasi
KPK Ungkap Ada ‘Fee Percepatan’ untuk Loncat Antrean Haji 2923, Rp84 Juta per Jamaah
3.972 Personel Amankan Lebaran di Banten, Polda Dirikan 57 Pos Pengamanan dan Layanan
KPK Periksa Pengacara dalam Kasus Suap Hakim PN Depok Terkait Eksekusi Lahan
Rp58,1 Miliar Aset Judi Online Diserahkan Polisi ke Negara, 16 Perkara Telah Inkrah

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:09 WIB

Tolak Gencatan Senjata, Iran Ingin Ajari Keras Musuh agar Tak Serang lagi

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:35 WIB

Jadi Skondan Bosnya dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji, Gus Alex Susul Yaqut Ditahan KPK

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:47 WIB

Puncak Mudik 18 Maret, Korlantas Berlakukan Jalan Satu Arah secara Nasional

Senin, 16 Maret 2026 - 23:42 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Fiktif, HS Dilaporkan ke Polres Metro Depok

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Polisi Telusuri 86 CCTV, Empat Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Teridentifikasi

Berita Terbaru