Pemulihan Pascabencana Sumatera, Rumah Zakat Soroti Huntara Papan sebagai Solusi Berkelanjutan

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Rumah Zakat mengonsolidasikan kolaborasi lintas sektor melalui Webinar Nasional “Membangun Kembali Sumatera” untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Fokus utama diskusi menyoroti inovasi Huntara Papan, yakni pemanfaatan kayu—yang kerap dipersepsikan sebagai pemicu bencana—menjadi solusi hunian berkelanjutan.

“Kami mendorong pendekatan yang aman, bermartabat, dan berpihak pada penyintas,” ujar CEO Rumah Zakat saat membuka acara pada Kamis (5/2/2026).

‎Selanjutnya, Bupati Aceh Utara yang diwakili Asisten Pemerintahan Fauzan menegaskan urgensi sinergi.

“Kondisi pascabencana membutuhkan kerja bersama. Rumah Zakat hadir tepat waktu dan tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi antar lembaga mempercepat pemulihan sekaligus menguatkan ketahanan komunitas.

Sementara itu, dari perspektif akademis, Ir. Ashar Saputra, PhD, IPM., menekankan aspek keselamatan struktur.

“Bangunan kayu bisa aman dan ramah lingkungan bila mengikuti standar teknis,” ujarnya.

Ia menambahkan, desain yang tepat memungkinkan percepatan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas.

Di sisi implementasi, Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat Al Razi Izzatul Yazid memaparkan strategi distribusi hunian berbasis Core Humanitarian Standard.

“Penyintas adalah subjek, bukan objek. Kami mengusung ekonomi sirkular—kayu hanyutan diolah menjadi material membangun,” tegasnya.

Diskusi diperkaya oleh BNPB melalui Ali Rakhman serta Wahyu Widayanto dari Sub Kluster Shelter yang menegaskan pentingnya standar minimum dan koordinasi.

Akhirnya, suara penerima manfaat menguatkan narasi.

“Huntara ini mengubah rasa aman kami,” kata Musliadi, disambut Maida yang menilai proses partisipatif membuat hunian lebih sesuai kebutuhan.

Moderator Widowati menutup dengan penekanan kolaborasi pentahelix yang didukung BNPB, UGM, IHCP, dan HFI.(Waw)

Berita Terkait

Abdul Harris Bobihoe Dorong Penguatan Ukhuwah dalam Halal Bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Barat
Pemkot Bekasi Kejar WTP, LKPD 2025 Resmi Diserahkan ke BPK
Bersama Dedi Mulyadi, Kepala Daerah Sepakat Perkuat Sinergi Pembangunan
Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Akibat Virus Panleukopenia
Revitalisasi dan Transformasi Jadi Agenda Prioritas Kementerian Transmigrasi
Pemkot Bandung dan Kementerian Kehutanan Amankan Satwa serta Aset Daerah Kebun Binatang Bandung
Komitmen Pemberdayaan Perempuan, TP PKK Kota Bekasi Raih Penghargaan Provinsi Jawa Barat
Atlet Difabel Kota Bekasi Raih Prestasi Gemilang di Kejurda Jabar

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:30 WIB

Abdul Harris Bobihoe Dorong Penguatan Ukhuwah dalam Halal Bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Barat

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:19 WIB

Pemkot Bekasi Kejar WTP, LKPD 2025 Resmi Diserahkan ke BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 10:16 WIB

Bersama Dedi Mulyadi, Kepala Daerah Sepakat Perkuat Sinergi Pembangunan

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:14 WIB

Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Akibat Virus Panleukopenia

Senin, 23 Februari 2026 - 15:21 WIB

Revitalisasi dan Transformasi Jadi Agenda Prioritas Kementerian Transmigrasi

Berita Terbaru

Banten

Camat Cikeusal Dorong Pembinaan Kafilah Berkelanjutan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 22:05 WIB

Nasional

Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Telah Tiada

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:25 WIB