Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Akibat Virus Panleukopenia

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Bandung kembali berduka. Dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung mati setelah terjangkit virus mematikan panleukopenia.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat langsung buka suara, menegaskan penanganan sudah dilakukan maksimal namun tak mampu menyelamatkan keduanya.

Humas BBKSDA Jabar, Eri, menyampaikan bahwa virus panleukopenia memang dikenal sangat ganas, terutama bagi satwa muda.

“Secara umum, keduanya terinfeksi panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Penanganan intensif dilakukan secara kolaboratif lintas instansi, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), hingga tim medis kebun binatang.

“Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” kata Eri.

Menurut tim dokter, kondisi kedua anakan sempat memberi harapan saat salah satunya menunjukkan perbaikan. Namun situasi berubah cepat.

“Peluang hidup biasanya meningkat jika bertahan lebih dari 48 hingga 72 jam, tetapi kondisinya kembali menurun drastis,” ungkap pihak medis.

Gejala yang muncul berupa muntah, diare, hingga adanya darah pada feses yang mengarah pada infeksi serius sistem pencernaan dan imunitas.

BBKSDA memastikan langkah antisipasi langsung dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Kandang dibersihkan total dan disinfeksi diperketat.

“Kami belum bisa memastikan sumber penularan, bisa dari lingkungan atau induk. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi dan ditangani intensif,” jelas Eri.

Dokter hewan BBKSDA, Agnisa, menambahkan, “Hasil rapid test dan analisis feses mengonfirmasi keduanya positif panleukopenia.” (Andriyani)

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela: Saatnya Pramuka Lampung Mandiri Secara Ekonomi dan Cetak Entrepreneur Muda
Abdul Harris Bobihoe: Koordinasi dengan BI Penting untuk Stabilitas Ekonomi Daerah
Abdul Harris Bobihoe Dorong Penguatan Ukhuwah dalam Halal Bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Barat
Pemkot Bekasi Kejar WTP, LKPD 2025 Resmi Diserahkan ke BPK
Bersama Dedi Mulyadi, Kepala Daerah Sepakat Perkuat Sinergi Pembangunan
Revitalisasi dan Transformasi Jadi Agenda Prioritas Kementerian Transmigrasi
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Rumah Zakat Soroti Huntara Papan sebagai Solusi Berkelanjutan
Pemkot Bandung dan Kementerian Kehutanan Amankan Satwa serta Aset Daerah Kebun Binatang Bandung

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:22 WIB

Wagub Jihan Nurlela: Saatnya Pramuka Lampung Mandiri Secara Ekonomi dan Cetak Entrepreneur Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:53 WIB

Abdul Harris Bobihoe: Koordinasi dengan BI Penting untuk Stabilitas Ekonomi Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 19:30 WIB

Abdul Harris Bobihoe Dorong Penguatan Ukhuwah dalam Halal Bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Barat

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:19 WIB

Pemkot Bekasi Kejar WTP, LKPD 2025 Resmi Diserahkan ke BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 10:16 WIB

Bersama Dedi Mulyadi, Kepala Daerah Sepakat Perkuat Sinergi Pembangunan

Berita Terbaru