Pemkot Bandung dan Kementerian Kehutanan Amankan Satwa serta Aset Daerah Kebun Binatang Bandung

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satpol PP Kota Bandung tengah menyegel Kebun Binatang Bandung.

Satpol PP Kota Bandung tengah menyegel Kebun Binatang Bandung.

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Pemerintah menegaskan kehadiran negara dalam menyelamatkan satwa sekaligus mengamankan aset daerah melalui pengamanan Barang Milik Daerah (BMD) Kebun Binatang Bandung.

Langkah tegas ini diambil menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) serta pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT oleh Menteri Kehutanan.

Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Prof. Dr. Satyawan Pudiyatmoko, menegaskan pencabutan izin tersebut merupakan langkah penyelamatan satwa.

“Negara tidak boleh membiarkan satwa menjadi korban persoalan administratif. Pencabutan izin ini kami lakukan agar satwa di Kebun Binatang Bandung terlindungi dan tidak terlantar,” kata Satyawan, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Satyawan memastikan Kementerian Kehutanan akan bertanggung jawab penuh atas perawatan seluruh satwa selama masa transisi maksimal tiga bulan.

“Kami akan memastikan standar kesejahteraan satwa terpenuhi hingga pengelola baru yang profesional ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kebun Binatang Bandung merupakan kebanggaan masyarakat Jawa Barat yang harus dijaga bersama.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pengamanan kawasan dilakukan untuk menata aset daerah sekaligus melindungi satwa.

“Kebun Binatang Bandung adalah tanah milik Pemkot Bandung yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau publik.

Negara wajib hadir menjaga aset ini dan memastikan satwa di dalamnya aman,” tegas Farhan.

Selain aspek aset dan satwa, Pemkot
‎Bandung juga memperhatikan dimensi sosial.

Farhan memastikan eks pekerja tetap mendapat perhatian dan operasional dasar seperti listrik, kebersihan, serta perawatan kawasan tetap berjalan selama masa transisi.

“Satwa tidak boleh menjadi korban konflik kelembagaan. Yang terpenting hari ini, mereka aman dan dirawat,” katanya.(Waw)

Berita Terkait

Raker Forsesdasi Jabar Jadi Momentum Perkuat Sinergi Program Pemerintahan, Sekda Kota Bekasi Hadir
Maju Calon Ketua PWI Jabar, Kang Andhy Tawarkan Visi Kesejahteraan Wartawan dan Karier Global
Resmi Daftar, Tantan Siap Bertarung di Pemilihan Ketua PWI Jawa Barat
PSEL Legok Nangka Dibangun, Bandung Raya Ditargetkan Bebas Krisis Sampah pada 2029
UNISBA Resmi Jadi Mitra PERADI Profesional, Pendidikan Advokat Siap Naik Kelas.
Rekam Jejak Lengkap dan Humanis, Komjen Pol Karyoto Dapat Dukungan Jadi Kapolri
Masjid Panggilan Sujud Direvitalisasi, Jadi Simbol Penguatan Karakter di Lingkungan Pendidikan Polri
Sunda Karya Fest 2026 Jadi Panggung Kejayaan Kota Bekasi di Ajang Fashion Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Raker Forsesdasi Jabar Jadi Momentum Perkuat Sinergi Program Pemerintahan, Sekda Kota Bekasi Hadir

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Maju Calon Ketua PWI Jabar, Kang Andhy Tawarkan Visi Kesejahteraan Wartawan dan Karier Global

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Resmi Daftar, Tantan Siap Bertarung di Pemilihan Ketua PWI Jawa Barat

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:35 WIB

PSEL Legok Nangka Dibangun, Bandung Raya Ditargetkan Bebas Krisis Sampah pada 2029

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:28 WIB

UNISBA Resmi Jadi Mitra PERADI Profesional, Pendidikan Advokat Siap Naik Kelas.

Berita Terbaru