RSCM Luncurkan Wisata Medis, Bidik Devisa Rp20 Triliun Kembali ke Dalam Negeri

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran wisata medis menandai langkah strategis RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia di tingkat regional.(Jennus)

Peluncuran wisata medis menandai langkah strategis RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia di tingkat regional.(Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan layanan wisata medis pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari upaya menahan arus warga Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri. Melalui layanan ini, RSCM menargetkan pengembalian devisa hingga Rp20 triliun ke dalam negeri.

Peluncuran wisata medis tersebut menandai langkah strategis RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia di tingkat regional. Wisata medis yang dikembangkan mencakup pelayanan kesehatan terpadu bagi pasien domestik maupun mancanegara, mulai dari layanan unggulan, fasilitas penunjang berstandar internasional, hingga pendampingan selama proses perawatan.

Direktur Utama RSCM menyampaikan bahwa selama ini belanja kesehatan masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya ke Singapura dan Malaysia, masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu sumber kebocoran devisa. Dengan penguatan layanan wisata medis, RSCM berharap masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus keluar negeri.

Selain meningkatkan kualitas layanan klinis, RSCM juga membenahi aspek nonmedis, seperti kemudahan akses informasi, sistem layanan terpadu, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata dan perhotelan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman berobat yang lebih nyaman dan komprehensif bagi pasien dan keluarga.

Pemerintah menilai pengembangan wisata medis menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan ketahanan sektor kesehatan nasional. Kehadiran RSCM dalam skema ini diharapkan tidak hanya menahan devisa keluar, tetapi juga mendorong Indonesia menjadi tujuan wisata medis di kawasan Asia Tenggara.

Dengan target pengembalian devisa Rp 20 triliun, RSCM optimistis wisata medis dapat menjadi pengungkit baru bagi perekonomian nasional sekaligus mempertegas peran rumah sakit nasional sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global. (ihd)

Berita Terkait

Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata
Tetap Sehat Setelah Lebaran, Saat Nikmat Berubah Jadi Risiko
RSCM – IMERI FKUI Tekankan Akses Terapi dan Skrining Penyakit Langka di Indonesia
Tak Minum Sepanjang Hari, Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa
RSCM Kencana Raih Penghargaan di Forum Ophthalmologi Asia-Pasifik
RSCM Tegaskan Prinsip ‘Patient First’: Pelayanan Tetap Dibuka Meski BPJS PBI Nonaktif
RSCM Tetap Layani BPJS PBI Nonaktif: Keselamatan Pasien di Atas Administrasi
RSCM Perkuat Reputasi sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Layanan Modern

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 18:13 WIB

Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:46 WIB

Tetap Sehat Setelah Lebaran, Saat Nikmat Berubah Jadi Risiko

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:36 WIB

RSCM – IMERI FKUI Tekankan Akses Terapi dan Skrining Penyakit Langka di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:52 WIB

Tak Minum Sepanjang Hari, Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:18 WIB

RSCM Kencana Raih Penghargaan di Forum Ophthalmologi Asia-Pasifik

Berita Terbaru