Indonesia Ingatkan Risiko Preseden Berbahaya Serangan AS ke Venezuela

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seseorang melakukan demontrasi di depan Istana Miraflores di Caracas, ibu kota Venezuela, mengecam tindakan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke luar negeri. (Str/Xinhua)

Seseorang melakukan demontrasi di depan Istana Miraflores di Caracas, ibu kota Venezuela, mengecam tindakan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke luar negeri. (Str/Xinhua)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. Jakarta menilai tindakan tersebut berisiko menciptakan preseden yang buruk dan berbahaya dalam tatanan hubungan internasional, sekaligus berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang disampaikan melalui media sosial X dan dipantau Senin, pemerintah menegaskan terus mencermati secara saksama perkembangan situasi di Venezuela yang kian memanas.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Menurut Kemlu, penggunaan kekuatan secara sepihak tidak hanya berpotensi melemahkan prinsip kedaulatan negara, tetapi juga merusak upaya diplomasi serta mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan Amerika Latin.

Indonesia menegaskan bahwa komunitas internasional perlu menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela untuk menjalankan kedaulatannya serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka tanpa tekanan eksternal.

Sejalan dengan pernyataan sebelumnya pada Sabtu (3/1), Indonesia kembali menyerukan kepada seluruh pihak agar mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional. Perlindungan terhadap warga sipil, menurut Kemlu RI, harus menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik.

Situasi di Venezuela memburuk setelah serangan militer Amerika Serikat pada Sabtu dini hari yang menyasar sejumlah instalasi sipil dan militer. Serangan tersebut memicu ledakan besar di beberapa negara bagian dan mendorong pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengonfirmasi bahwa pihaknya melakukan serangan tersebut dan menyatakan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, yang selanjutnya dibawa ke Amerika Serikat. Keduanya menghadapi dakwaan federal terkait dugaan perdagangan narkoba dan kerja sama dengan organisasi teroris.

Pasca-penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan mengajukan keberatan ke berbagai organisasi internasional dan meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada 5 Januari. (ihd)

Berita Terkait

Dewa Sukma Kelana, Konvensi 193 Jadi Kemajuan Besar bagi Pekerja Dunia
Belajar Budaya Swiss, Delegasi Pekerja Indonesia Asah Bahasa dan Diplomasi Global di ILC 114
Ancaman Trump Dicemooh sebagai Keputusasaan, Iran Tegaskan Tak Gentar
Delegasi Indonesia Kagumi Ketepatan Waktu Transportasi Umum Prancis dan Swiss
Hari ke -8 Delegasi Tripartit Indonesia Kompak Suarakan Keadilan Kerja di ILC 2026
Delegasi KSPSI Jumhur Asal Banten Laksanakan Sholat Jumat di PTRI Jenewa
Iran Mau Hentikan Perang Asal AS Cairkan Rp432 Triliun Aset yang Beku pada Tahap Kesepakatan
Indonesia – Turki Perkuat Kolaborasi Ketenagakerjaan di Forum ILC

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:04 WIB

Dewa Sukma Kelana, Konvensi 193 Jadi Kemajuan Besar bagi Pekerja Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:21 WIB

Belajar Budaya Swiss, Delegasi Pekerja Indonesia Asah Bahasa dan Diplomasi Global di ILC 114

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:57 WIB

Ancaman Trump Dicemooh sebagai Keputusasaan, Iran Tegaskan Tak Gentar

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:18 WIB

Delegasi Indonesia Kagumi Ketepatan Waktu Transportasi Umum Prancis dan Swiss

Senin, 8 Juni 2026 - 21:16 WIB

Hari ke -8 Delegasi Tripartit Indonesia Kompak Suarakan Keadilan Kerja di ILC 2026

Berita Terbaru