Ancaman Trump Dicemooh sebagai Keputusasaan, Iran Tegaskan Tak Gentar

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Kolase foto Jennus)

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Kolase foto Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Teheran —Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyasar infrastruktur vital Iran. Namun, ancaman tersebut tidak menggoyahkan sikap Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian justru mencemooh pernyataan Washington sebagai cerminan keputusasaan menghadapi keteguhan bangsa Iran.

Melalui unggahan di media sosial X, Rabu (10/6/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa ancaman terhadap pembangkit listrik, jaringan transportasi, hingga fasilitas air bersih tidak menunjukkan kekuatan sebuah negara. Sebaliknya, langkah itu dinilainya sebagai tanda ketidakmampuan menundukkan semangat perlawanan rakyat Iran.

“Infrastruktur vital adalah denyut nadi kehidupan masyarakat. Mengancam untuk menghancurkannya bukanlah unjuk kekuatan, melainkan tanda keputusasaan menghadapi keteguhan sebuah bangsa,” tulis Pezeshkian.

Presiden Iran itu juga menegaskan negaranya akan tetap bertahan menghadapi berbagai tekanan eksternal. Dengan mengandalkan kemampuan para ahli dalam negeri serta menjaga persatuan nasional, Iran diyakini mampu melewati situasi yang semakin memanas.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyampaikan ultimatum baru kepada Teheran. Dalam unggahan di Truth Social dan wawancara yang dikutip media AS, Trump menuduh Iran terlalu lama menunda kesepakatan dengan Washington. Ia bahkan membuka kemungkinan memerintahkan serangan lanjutan terhadap fasilitas strategis Iran.

“Mereka memiliki kesempatan untuk menandatangani kesepakatan dan bertahan hidup,” ujar Trump.

Di lapangan, eskalasi konflik terus berlangsung. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melaksanakan serangan yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri terhadap sejumlah target Iran. Operasi itu diklaim sebagai respons atas insiden yang melibatkan helikopter Apache militer AS dan serangan terhadap pasukan serta kapal-kapal komersial di kawasan.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Iran juga menuduh Washington menyerang beberapa lokasi di wilayah Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm di bagian selatan negara tersebut.

Rangkaian saling serang itu menunjukkan bahwa ruang diplomasi antara kedua negara semakin menyempit. Di tengah ancaman terhadap infrastruktur dan aksi militer yang terus berbalas, kawasan Timur Tengah kembali menghadapi risiko ketidakstabilan yang lebih luas. (ihd)

Berita Terkait

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Berita Terbaru