11 Daerah di Aceh Perpanjang Tanggap Darurat, Penanganan Dampak Banjir Dioptimalkan

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga bergotong royong di dapur umum posko lapangan Kantor Wali Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Bidang Komunikasi Kebencanaan)

Warga bergotong royong di dapur umum posko lapangan Kantor Wali Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Bidang Komunikasi Kebencanaan)

JENDELANUSANTARA.COM, Banda Aceh — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 11 dari 18 kabupaten dan kota terdampak bencana di Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga sepekan ke depan. Perpanjangan dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan bencana, terutama banjir yang masih meluas di sejumlah wilayah.

Kepala BNPB Suharyanto, di Banda Aceh, Kamis, mengatakan perpanjangan status tanggap darurat diperlukan agar mobilisasi sumber daya, logistik, serta pelayanan kepada warga terdampak dapat berjalan lebih efektif.

“Sebanyak 11 dari 18 kabupaten dan kota terdampak bencana di Aceh memperpanjang status tanggap darurat. Sementara tujuh daerah lainnya sudah memasuki masa transisi dari darurat ke pemulihan,” ujarnya.

Sebelas daerah yang memperpanjang status tersebut meliputi Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Nagan Raya, serta Kota Lhokseumawe. Dari jumlah itu, tujuh kabupaten dikategorikan parah terdampak banjir, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Adapun daerah yang telah beralih ke masa transisi darurat ke pemulihan meliputi Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Singkil, serta Kota Subulussalam dan Kota Langsa.

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menyebutkan, dampak bencana menjangkau 3.978 desa yang tersebar di 225 kecamatan pada 18 kabupaten dan kota. Seiring berjalannya penanganan, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak kini bergeser ke bantuan nonpangan, seperti tenda pengungsian, tandon dan air bersih, lampu darurat, bahan medis, serta peralatan dapur.

Selama masa tanggap darurat, total logistik yang telah disalurkan mencapai 1.251,6 ton dari total 1.478,8 ton bantuan yang diterima, baik pangan maupun nonpangan.

“Dengan sejumlah daerah memasuki masa transisi, pemulihan segera dilakukan. Tahap awal difokuskan pada perbaikan rumah rusak ringan dan sedang agar angka pengungsian dapat ditekan,” kata M Nasir. (ihd)

Berita Terkait

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak
Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll
Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan
Bandung Barat Darurat Bencana, 82 Korban Longsor Belum Ditemukan
Hujan Deras Rendam 45 RT dan 22 Ruas Jalan di Jakarta, Air Capai 90 Sentimeter
BPS Pastikan Pendataan Rehab-Rekon Aceh Tamiang Pascabencana Akurat

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:57 WIB

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak

Senin, 26 Januari 2026 - 14:09 WIB

Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:44 WIB

Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:36 WIB

Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:13 WIB

Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan

Berita Terbaru