Korban Tewas 303 Orang, Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatera

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Medan — Jumlah korban meninggal dunia akibat hujan ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meningkat tajam. Hingga Sabtu (29/11) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 303 orang meninggal dan 279 orang masih hilang.

Bencana hidrometeorologi ini juga merusak ribuan rumah serta memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi yang dinilai aman oleh tim penanggulangan bencana. Operasi pencarian dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang aksesnya belum pulih.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan ekstrem dipicu Siklon Senyar, fenomena langka di wilayah khatulistiwa. “Siklon seperti ini hampir tidak pernah terbentuk di dekat Indonesia,” ujar peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin.

Di sisi lain, kerusakan lingkungan disebut memperparah skala bencana. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai maraknya aktivitas industri ekstraktif meningkatkan kerentanan kawasan terhadap hujan ekstrem. Peneliti limnologi BRIN, Fakhrudin, menambahkan pembangunan masif telah mengubah struktur sungai sehingga banyak alur air menjadi dangkal dan kehilangan daya tampung.

Pada Jumat (28/11) pagi, pemerintah pusat mulai mengirimkan bantuan logistik dan peralatan penanganan bencana ke tiga provinsi terdampak. Tim SAR juga memperluas operasi pencarian, termasuk di wilayah Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tanah longsor. (ihd)

Berita Terkait

Amphibi Pertanyakan Penghargaan Internasional untuk ‘Ratu Sampah’
4.000 Warga Kabupaten Agam Mengungsi, Kerusakan Meluas di 11 Kecamatan
Kerugian Infrastruktur Padang Tembus Rp202,8 Miliar, Enam Jembatan Terputus
Bencana Sumatera Jadi Alarm Perbaikan Tata Kelola Hutan
1.829 Warga Mengungsi, Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Identifikasi Korban Bencana Sumbar Dikebut, 20 Jenazah Berhasil Terverifikasi
Pencarian 85 Warga Hilang di Sumbar Dikebut, Bantuan Udara Terus Mengalir
Pemkot Yogyakarta Salurkan Bantuan bagi Warga Korban Kebakaran

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 08:02 WIB

Amphibi Pertanyakan Penghargaan Internasional untuk ‘Ratu Sampah’

Minggu, 30 November 2025 - 09:48 WIB

4.000 Warga Kabupaten Agam Mengungsi, Kerusakan Meluas di 11 Kecamatan

Minggu, 30 November 2025 - 08:10 WIB

Korban Tewas 303 Orang, Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatera

Minggu, 30 November 2025 - 08:01 WIB

Kerugian Infrastruktur Padang Tembus Rp202,8 Miliar, Enam Jembatan Terputus

Sabtu, 29 November 2025 - 23:41 WIB

Bencana Sumatera Jadi Alarm Perbaikan Tata Kelola Hutan

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB